Text
MEET TIKA ON THE BOOK; We Have a Problem, But I'm on Your Side…!
Tidak ada suatu permasalahan yang tidak ada jalan keluarnya, begitupun dengan maslah yang dihadapi remaja. Hanya saja mereka butuh orang yang dituakan atau pembimbing yang dapat membantu mereka menyelesaikan masalahnya.Di sinilah peran orang tua atau orang dewasa lainnya sangat dibutuhka. Bukan sebagai pengatur, penentu, atau diktator, melainkan sebagai pendamping yang secara empatis dan persuasif, merangkul remaja untuk sama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada dengan memberdayakan kemampuan yang ada pada diri remaja sehingga juga ikut melatih keterampilan penyelesaian masalah remaja tersebut dengan percaya diri. Masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak dan masa dewasa. Secara umum, perkembangan remaja dimulai dengan pubertas, proses yang mengarah pada kematangan seksual atau fertilitas (kemampuan untuk bereproduksi). Pubertas remaja dipicu oleh perubahan hormonal yang dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku. Sebagaimana masa pancaroba, pubertas juga memberikan situasi yang tidak nyaman, membingungkan, ketidakpercayaan diri, tidak puas dengan lingkungan, sulit beradaptasi dengan lingkungan, ingin diakui/diterima dan rentan frustasi atau depresi.Otonomi (kebebasan) maupun keteikatan (keterhubungan) pada orang tua, menentukan keberhasilan remaja untuk beradaptasi dengan dunia. Tema hubungan orang tua dan remaja adalah ‘kebebasan dan konflik’, di saat remaja ingin mendapatkan berperilaku dan memutuskan apa yang terbaik untuknya, namun bertemu pandanganyang berbeda dari orang tua sehingga menyebabkan konflik antar kedua belah pihak. Remaja tidak akan menyesuaikan diri dengan standar orang dewasa dalam waktu sesingkatnya dan dengan segera. Orang tua yang menyadari bahwa remaja membutuhkan waktu panjang “untuk memperbaikinya” biasanya bertindak lebih cakap dan tenang menghadapi pelanggaran remaja, dibandingkan dengan orang tua yang menginginkan penyesuaian segera terhadap standar orang tua. Orang tua tidak boleh ragu untuk merangkul dengan hangat, akrab, dan tulus remajanya dan berkomunikasi secara jujur, asertif, dan dengan hati demi merenda masa depannya yang cerah dan penuh warna bak pelangi.
No other version available