Skripsi
ANALISA PENCAMPURAN ASPAL DENGAN KARET LIMBAH PABRIK SEBESAR 4% DAN 5% PADA CAMPURAN ASPHALT TREATED BASE (ATB)
Aspal merupakan material berwarna hitam atau coklat tua, pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat. Jika dipanaskan sampai suatu temperatur tertentu aspal dapat menjadi lunak atau cair sehingga dapat membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan aspal beton atau masuk dalam pori - pori yang ada pada penyemprotan / penyiraman pada peleburan. Jika temperatur mulai turun, aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada tempatnya (sifat thermoplastic). Dalam campuran ATB, aspal berfungsi sebagai bahan pengikat dan bahan pengisi. Hal itu disebabkan oleh aspal yang bersifat plastis dan mempunyai kecairan yang cukup Semakin lama harga aspal akan semakin mahal karena semakin sedikitnya bahan tersebut tersedia sedangkan permintaan bertambah. Oleh sebab itu perlunya penghematan dalam penggunaan aspal yang dapat sebagian diganti dengan alternatif material lain yang lebih atau sama baiknya dengan aspal tersebut Material tambahan yang digunakan harus efektif, praktis, ekonomis, dan mudah untuk didapatkan. Salah satu alternatif material pengganti sebagian dari aspal terhadap campuran ATB adalah karet. Alasan pemilihan bahan tambah tersebut karena tingkat kemudahan untuk mendapatkannya dan ekonomis Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa penggantian sebagian aspal dengan karet limbah pabrik sebesar 4% dan 5% dalam campuran ATB mengalami kenaikan nilai stabilitas, kelelehan, VMA dan VIM sedangkan nilai Marshall Quotient dan berat isi mengalami penurunan. Nilai abrasi yang dihasilkan dari pengujian Cantabro Scattering Loss menunjukkan bahwa nilai minimum abrasi Cantabro pada campuran yang menggunakan karet limbah pabrik 4% dan 5% sebagai pengganti sebagian aspal lebih kecil dari campuran normal.