Skripsi
GUILT TRIPPING DALAM LINGKUNGAN PERTEMANAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Guilt tripping merupakan bentuk manipulasi yang membuat korbannya selalu merasakan perasaan bersalah dan kemudian bertanggung jawab atas suatu perbuatan yang pernah dilakukannya dulu ataupun perbuatan yang sama sekali tidak pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bentuk-bentuk guilt tripping yang terjadi dalam lingkungan pertemanan yang dialami oleh mahasiswa Universitas Sriwijaya dan mengapa korban guilt tripping dalam lingkungan pertemanan ini memilih tetap mempertahankan hubungan pertemanan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi oleh Alfred Schutz. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk guilt tripping yang di alami mahasiswa dalam lingkungan pertemanannya yakni cara komunikasi pasif-agresif, mengungkit kesalahan korban di masa lalu dan mengungkit kebaikan yang pernah dilakukan, penggunaan komentar sarkas, tindakan simbolis, dan silent treatment (perlakuan diam). Alasan korban guilt tripping memilih mempertahankan hubungan pertemanannya yaitu karena hubungan pertemanan yang telah lama, kurangnya dukungan sosial, adanya rasa takut, dan adanya harapan akan berubah menjadi lebih baik.