Skripsi
STUDI FABRIKASI KOMPOSIT HA/HNT BERPORI MELALUI PROSES SINTERING DINGIN UNTUK ADSORPSI CO2
Perubahan iklim dan pemanasan global akibat peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) mendorong peneliti untuk mengeksplorasi strategi dalam mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer. Adsorpsi bahan padat merupakan salah satu strategi yang diminati oleh peneliti karena memiliki berbagai keunggulan. Keramik berpori, yang menggunakan mekanisme adsorpsi untuk mengurangi emisi CO2, menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi hidroksiapatit (HA) sebagai matriks dan halloysite nanotube (HNT) sebagai penguat dan variasi tekanan pada proses sintering dingin terhadap karakteristik keramik, baik sifat fisik maupun kimia, serta kemampuan keramik komposit berpori dalam mengadsorpsi CO2. Proses pembuatan keramik berpori melibatkan tahapan kalsinasi menggunakan tungku listrik, penggilingan, penyaringan, pencampuran dengan ball milling, dan sintering dingin. Berdasarkan data hasil penelitian, pengujian densitas menunjukkan keramik komposit berpori dengan komposisi 97% HA/3% HNT pada tekanan kompaksi 300 MPa dalam proses sintering dingin memiliki nilai rata-rata porositas terbesar sebesar 19,95%. Analisis X-ray diffraction (XRD) menunjukkan bahwa keramik hasil proses sintering dingin memiliki dua fasa dominan, yaitu fasa hidroksiapatit (HA) dan fasa halloysite nanotube (HNT). Pengamatan struktur mikro permukaan keramik menggunakan scanning electron microscope (SEM) menunjukkan adanya pori-pori dengan ukuran dari 0,36 μm hingga 4,10 μm. Pengujian carbon capture menunjukkan bahwa keramik HA/HNT berhasil mengadsorpsi CO2 dengan baik dan memiliki rata-rata kemampuan adsorpsi sebesar 59% (926,65 ppm).