Skripsi
PENGALAMAN JEMAAT GEREJA ORTODOKS TIMUR PALEMBANG DALAM KONVERSI AGAMA
Gereja Ortodok Palembang bermula dari sebuah komunitas kecil pada tahun 2013 yang dikenal dengan nama Komunitas Santo Alexis Toth. yang kemudian secara resmi diakui dengan nama Paroki Malaikat Agung Mikael dan Segenap Kuasa Surgawi yang Tak Berjasad Jasmani. Gereja kecil ini menjadi ruang sosial bagi para jemaatnya, tempat identitas baru dibentuk secara religius dan kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman konversi agama jemaat Gereja Ortodoks Timur Palembang berdasarkan teori konversi agama model Lewis Rambo dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, motif pendorong dan penariknya serta konsekuensinya atas keputusan tersebut. Berdasarkan hasil dan pembahasan, perjalanan konversi agama jemaat Gereja Ortodoks Timur Palembang bukanlah peristiwa yang sesaat atau terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan sebuah pengalaman sosiologis yang kompleks dan berlapis. Dari penelitian ini diketahui bahwa keputusan tersebut didorong oleh ketidakpuasan terhadap keyakinan lama sementara itu, mereka ditarikan oleh daya pikat Gereja Ortodoks Timur yang memberikan kesan otentik secara historis, liturgi yang mereka alami sebagai sakral, peran Romo sebagai agen sosialisasi, serta keberadaan komunitas yang mereka pandang suportif dan hangat sehingga berfungsi sebagai “keluarga pengganti” bagi para jemaat. Adapun konsekuensi dari keputusan konversi agama terlihat dari perubahan relasi sosial dan pandangan hidup serta praktik keseharian para jemaat.