Skripsi
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL DISTRESS DAN STOMATITIS APHTHOUS RECURRENT PADA MAHASISWA PREKLINIK KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran gigi merupakan individu yang berpotensi mengalami distress yang disebabkan oleh tekanan akademik maupun faktor lain di luar akademik yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis. Salah satu kelainan rongga mulut yang sering dikaitkan dengan kondisi psychological distress adalah Stomatitis Aphthous Recurrent (SAR). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan psychological distress dan SAR pada mahasiswa preklinik kedokteran gigi Universitas Sriwijaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 44 mahasiswa preklinik kedokteran gigi Universitas Sriwijaya yang memiliki riwayat sariawan dalam 6–12 bulan terakhir. Tingkat psychological distress diukur dengan adaptasi kuesioner Kessler Psychological Distress Scale, sedangkan riwayat SAR diperoleh melalui adaptasi kuesioner RASDX. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS. Hasil: Prevalensi SAR pada penelitian ini sebesar 25%. Tidak ditemukan kasus SAR pada responden dengan tingkat distress rendah, sementara pada kategori sedang terdapat sebesar 15,4%, tinggi 46,7%, dan sangat tinggi 50%. Terdapat peningkatan proporsi riwayat kejadian SAR seiring dengan meningkatnya psychological distress. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara psychological distress dengan kejadian SAR (p=0,022). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat psychological distress maka semakin besar kemungkinan terjadinya SAR.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| REPRESENTASI PSYCHOLOGICAL DISTRESS KORBAN KEKERASAN SEKSUAL REVENGE PORN DALAM WEDDING AGREEMENT THE SERIES (EPISODE 8-10) | id |