Skripsi
POTENSI BIODIESEL DARI LIMBAH MINYAK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN PERCOBAAN KATALIS CANGKANG KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes)
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil yang ketersediaannya semakin menurun mendorong pencarian sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, salah satunya biodiesel. Pemanfaatan limbah perikanan seperti minyak rajungan (Portunus pelagicus) berpotensi menjadi bahan baku biodiesel, sementara limbah cangkang kerang simping (Amusium pleuronectes) dapat diolah menjadi katalis CaO. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan biodiesel dari minyak rajungan dengan memanfaatkan katalis CaO dari cangkang kerang simping serta mengevaluasi karakteristik dan kualitas biodiesel yang dihasilkan. Proses penelitian meliputi estrifikasi untuk menurunkan kadar FFA dengan menggunakan rasio minyak terhadap methanol (1:6) dengan konsentrasi H2SO4 2%, transesterifikasi dengan variasi rasio minyak terhadap methanol (1:12) serta konsentrasi katalis cangkang kerang simping 4% dan CaO + KOH 4%, (1:9 dan 1:12) dengan konsentrasi katalis KOH (2%, 4%, 6%), diikuti uji viskositas, densitas, titik nyala, nilai kalor, dan analisis GC-MS. Hasil menunjukkan bahwa minyak rajungan (Portunus pelagicus) mengandung 50,169% asam lemak yang dapat dikonversi menjadi biodiesel. Perlakuan terbaik diperoleh pada rasio 1:12 dengan katalis KOH 4%, menghasilkan yield 52,88% dengan karakteristik biodiesel sesuai standar SNI 7182:2015. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah minyak rajungan dan cangkang kerang simping berpotensi sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSFOR PADA CANGKANG KERANG SIMPING (PLACUNA PLACENTA) DAN KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) YANG BERASAL DARI PERAIRAN PESISIR BANYUASIN, SUMATERA SELATAN | id |