Skripsi
EVALUASI PERILAKU CAMPURAN BERASPAL PANAS YANG MENGGUNAKAN KARET ALAM PADAT DAN LIMBAH BAN BEKAS DENGAN PENDEKATAN MEKANISTIK DAN EKSPERIMENTAL
Infrastruktur jalan yang banyak digunakan diberbagai negara yaitu jenis perkerasan campuran aspal panas (hotmix). Kerusakan perkerasan aspal dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti beban lalu lintas, penggunaan jenis material dan lingkungan sekitar. Karet merupakan polimer alam yang dapat dipakai untuk campuran dalam aspal karena karet sendiri memiliki sifat elasitas tinggi, fleksibilitas dan ketahanan suhu yang baik. Sedangkan karet yang berasal dari limbah ban bekas yaitu crumb rubber pada dasarnya terdiri atas karet alam yang tervulkanisir, karbon hitam dan bahan penguat lainnya sehingga dapat membuat ketahanan yang baik bila dicampurkan sebagai bahan modifikasi aspal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku campuran beraspal panas yang menggunakan karet alam padat dan limbah ban bekas dengan pendekatan mekanistik dan eksperimental. Metode penelitian yang dilakukan berupa pengujian di laboratorium yaitu terdiri atas pengujian secara empiris seperti pengujian Marshall dan pengujian secara mekanistik seperti pengujian reologi aspal, pengujian modulus resilien campuran dan pengujian kelelahan campuran beraspal. Material yang digunakan sebagai bahan modifikasi aspal yaitu karet alam padat berbentuk serbuk yang diperoleh dari Puslit Karet Bogor sedangkan limbah ban bekas diperoleh dari pabrik daur ulang ban bekas yang telah berbentuk serbuk. Komposisi campuran karet alam padat (KA) dan limbah ban bekas (CR) yang digunakan sebanyak 35%KA +65%CR sehingga disebut dengan KACR. KACR ini digunakan sebagai bahan substitusi aspal dengan kadar 7% dan 10% terhadap berat aspal. selain itu juga potensi KACR juga dapat digunakan sebagai pengganti agregat halus dengan kadar 25% dan 50% terhadap berat pasir. Untuk jenis campuran beraspal panas menggunakan gradasi AC-WC yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KACR sebagai bahan substitusi aspal mampu meningkatkan reologi aspal yaitu modulus resilien aspal sebesar 157,08% untuk 7% KACR dan 189,55% untuk 10% KACR, sedangkan untuk sudut phase mengalami penurunan yang dapat mengarah kepada fase viskoelastik walaupun aspal telah mengalami penuaan. Berdasarkan hasil pengujian Marshall penggunaan KACR sebagai bahan modifikasi aspal memiliki dampak yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaannya sebagai substitusi pasir. Hasil pengujian mekanistik yaitu modulus resilien campuran yang menggunakan KACR sebagai bahan modifikasi aspal memiliki hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaannya sebagai substitusi pasir. Hasil pengujian ketahanan kelelahan campuran yang menggunakan KACR sebagai aspal modifikasi menunjukkan performa yang lebih baik dimana sampel KACR 10% memiliki jumlah pengulangan beban yang lebih besar daripada sampel kontrol. Berdasarkan hasil pengujian dapat dibentuk model matematis persamaan modulus resilien yang berbentuk regresi liner berganda yaitu: Ln Smix = 30,739 + 0,013*KACR – 0,047*KA – 0,036*CR + 0,041*VMA – 1,449*VIM – 0,272*VFA + 0,113*Sbit + 0,038*Suhu, dengan batasan yaitu untuk KACR dengan rentang 0 – 10%, KA dan CR dengan rentang 0 – 50% dan suhu pengujian 25 – 40oC. Sedangkan model mekanistik ketahanan kelelahan yang mendekati yaitu: Ln Nf = -54,218 – 0,294*KACR + 0,146*KA + 0,131*CR + 0,591*PI+ 0,678*VIM + 2,006*Vol. Aspal + 2,245*10-12 *ε + 4,30*Ln Smix, dengan batasan model matematis ini yaitu KACR sebesar 0 – 10%, KA dan CR sebesar 0 – 50%, suhu pengujian 20oC.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| ANALISA CAMPURAN AC-WC YANG MENGGUNAKAN LATEKS PEKAT, LATEKS PRAVULKANISASI DAN SERBUK KARET ALAM PADAT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI ASPAL | id |