Skripsi
PERANAN INTERNATIONAL MARITIME ORGANIZATION (IMO) CONVENTION DALAM MENJAGA KESELAMATAN PELAYARAN DI LAUT LEPAS: STUDI KASUS TABRAKAN KAPAL MV ERNEST HEMINGWAY DI PERAIRAN SELAT KOREA
Penelitian ini menganalisis peran International Maritime Organization (IMO) dalam menjaga keselamatan pelayaran di laut lepas melalui studi kasus tabrakan kapal MV Ernest Hemingway. Insiden ini, yang mengakibatkan korban jiwa dan pencemaran lingkungan, menunjukkan adanya kelemahan dalam regulasi dan penegakan hukum maritim internasional. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa persoalan hukum internasional yang muncul dari kasus tersebut, termasuk ambiguitas yurisdiksi hukum akibat penerapan Pasal 97 (1) United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Fenomena Flag of Convenience memungkinkan pemilik kapal menghindari kewajiban dan pengawasan yang ketat, menciptakan kekosongan penegakan hukum di laut lepas. Metode Pendekatan pada penelitian ini yaitu normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Berdasarkan analisis ini, penelitian merekomendasikan perubahan terhadap klausul keselamatan pelayaran dalam konvensi IMO. Perlu adanya amandemen International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW). Selain itu, Kode FSI 2013 harus ditingkatkan menjadi instrumen wajib yang dilengkapi sanksi tegas. Terakhir, IMO perlu mengembangkan Maritime Emergency Protocol (MEP) berbasis kecerdasan buatan dan menurunkan ambang batas pelaporan tumpahan minyak dalam MARPOL Annex I untuk wilayah sensitif.
No other version available