Skripsi
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTAU PANJANG KABUPATEN OGAN ILIR
Indonesia sendiri berada pada posisi Kedua (ke-2) dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia, insidensi kasus TBC di Indonesia adalah 354 per 100.000 penduduk. Kasus TB paru di provinsi sumatera selatan dalam kurun waktu 3 mengalami peningkatan 18.122 kasus. Faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya tuberkolosis paru, mulai dari faktor agen, faktor pejamu, dan faktor lingkungan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dilakukan secara observasi dan wawancara dengan pendekatan case control dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 94 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner, hygrometer dan meteran. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendapatan (p= 0,000), riwayat kontak (p=0,000), kepadatan hunian (p=0,000), jenis lantai (p=0,015), ventilasi rumah (p=0,012) dan kelembapan (p=0,001) dengan kejadian TB paru. Hasil multivariat menunjukkan bahwa variabel usia memiliki nilai (OR= 1,901) artinya responden yang berusia produktif berisiko 1,9 kali lebih tinggi untuk terkena TB paru. Dapat disimpulkan bahwa yang menjadi faktor utama resiko kejadian TB paru adalah usia, dan dipengaruhi oleh jenis kelamin, Tingkat pendapatan, Riwayat kontak dengan penderita tb, dan kepadatan hunian. Saran yang bisa diberikan adalah agar meningkatkan sosialisasi terkait perilaku hidup bersih dan menjaga kebersihan tempat tinggal serta peduli terhadap kondisi kesehatan.
No other version available