Skripsi
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN ALOPESIA AKIBAT KEMOTERAPI PADA KANKER PAYUDARA DI RS MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Latar Belakang: Kanker payudara adalah kanker paling sering terjadi pada perempuan. Kemoterapi merupakan salah satu pilihan pengobatan pada kanker payudara, tetapi mempunyai banyak efek samping. Efek samping kemoterapi paling sering terjadi adalah kerontokan rambut atau alopesia. Alopesia akibat kemoterapi menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan hubungan sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kualitas hidup pasien alopesia akibat kemoterapi pada kanker payudara di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Metode : Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pemeriksaan alopesia terhadap 80 pasien di ruang kemoterapi RS Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan teknik purposive sampling. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, kejadian kanker payudara lebih tinggi pada rentang usia 40–60 tahun (75%). Pasien paling banyak berstatus menikah (90%), pendidikan terakhir SD (33,8%), tidak bekerja (77,5%), stadium III (46,3%), diberikan regimen kombinasi 3 (38,8%), siklus kemoterapi ke-5 (28,75%), dan tingkat keparahan alopesia terbanyak adalah alopesia berat. Sebagian besar (50%) siap menghadapi rambut rontok, 50% tidak terlalu khawatir dengan perubahan penampilan, 53,8% pasien memiliki citra tubuh lebih tinggi, 57,5% pasien merasa bahwa rambut rontok tidak berdampak pada hubungan dengan orang lain. Kesimpulan : Kualitas hidup pasien alopesia akibat kemoterapi pada kanker payudara di RS Mohammad Hoesin cenderung baik. Kata kunci : Alopesia Akibat Kemoterapi, Kanker Payudara, Kualitas Hidup
No other version available