Skripsi
AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN CABAI JAWA (Piper retrofractum Vahl.) TERHADAP Candida parapsilosis ATCC 22019
Kandidiasis infeksi yang disebabkan salah satu spesies Candida parapsilosis Infeksi fungi dapat ditanggulangi dengan obat sintetik seperti ketokonazol, tetapi jenis obat tersebut relatif mahal. Sehingga perlu dicari alaternatif bahan alami dari ekstrak daun cabai jawa yang bersifat sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak daun cabai jawa terhadap C. parapsilosis, serta mengetahui kandungan senyawa kimia dari ekstrak daun cabai jawa yang bersifat sebagai senyawa antifungi terhadap C. parapsilosis dan menentukan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak daun cabai jawa yang mampu menghambat pertumbuhan C. parapsilosis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai April 2024. Lokasi penelitian bertempat di Laboratorium Mikrobiologi serta Laboratorium Genetika dan bioteknologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Hasil ekstraksi daun cabai jawa menghasilkan rendemen 78,324%. Proses skrining fitokimia didapatkan hasil positif senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, fenolik dan terpenoid. Aktivitas antifungi dari ekstrak daun cabai jawa ditunjukan pada konsentrasi 60%. 40% dan 20% yang memiliki persentase penghambat paling besar pada konsentrasi 60% dengan diameter zona hambat 15,5±0,5 mm. Uji KLT didapatkan empat bercak senyawa terpenoid, alkaloid, steroid dan flavonoid. Uji bioautografi didapatkan senyawa flavonoid yang mampu menghambat pertumbuhan C. parapsilosis. Uji KHM ekstrak yang mampu menghambat pertumbuhan C. parapsilosis pada konsentrasi 5% dengan diameter zona hambat 6,16±0,2 mm. Kata Kunci : Antifungi, Piper retrofractum, Candida parapsilosis
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| MIKROBIOLOGI & PARASITOLOGI UNTUK AKADEMI KEPERAWATAN DAN SEKOLAH TENAGA KESEHATAN YANG SEDERAJAT | id |