Journal
Jurnal Ilmu Kehutanan Volume 18 No. 2, September 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi dan menganalisis dinamika stok karbon dan laju serapan karbon dioksida ($\text{CO}_2$) pada hutan alam sekunder di kawasan lindung selama periode lima tahun (2019–2024). Pengukuran dilakukan menggunakan metode non-destruktif dengan pendekatan alometrik lokal yang telah divalidasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biomassa di atas permukaan (AGB) adalah $325.4 \pm 25.1 \text{ ton/ha}$ pada tahun 2024, yang setara dengan stok karbon sebesar $162.7 \text{ ton C/ha}$ (menggunakan faktor 0.5). Terjadi peningkatan biomassa rata-rata sebesar $5.8 \text{ ton/ha/tahun}$ selama periode pengamatan. Laju serapan $\text{CO}_2$ bersih tahunan hutan ini diestimasi mencapai $21.3 \text{ ton } \text{CO}_2 \text{e/ha/tahun}$.Analisis regresi menunjukkan bahwa diameter pohon (DBH) memiliki korelasi yang sangat kuat ($R^2 = 0.92$) terhadap estimasi biomassa, mengonfirmasi peran penting pohon berdiameter besar sebagai penyimpan karbon utama. Disimpulkan bahwa hutan alam sekunder memiliki peran vital dan kapasitas signifikan sebagai penyerap karbon di atmosfer, sehingga memerlukan kebijakan pengelolaan hutan yang berfokus pada konservasi dan pemulihan vegetasi untuk mitigasi perubahan iklim.Kata Kunci:Stok Karbon, Hutan Alam Sekunder, Biomassa, Serapan $\text{CO}_2$, Mitigasi Iklim.
No other version available