Skripsi
ANALISIS DATA LANDSAT 8 DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY MODEL DAERAH CIBADAK DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CITEUREUP, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT.
Bencana longsor merupakan salah satu bentuk bencana alam kompleks yang bisa mengancam kehidupan masyarakat, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik tetapi juga dampak sosial dan psikologis yang signifikan. Terjadinya longsor dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi geologi, iklim, dan juga aktivitas manusia. Untuk mengurangi risiko terjadinya bencana longsor diperlukan kajian mendalam mengenai mekanisme terjadinya longsor serta pengembangan teknologi dan strategi mitigasi yang tepat. Untuk mencapai tujuan tersebut dalam mengendalikan potensi terjadinya longsor di daerah Cibadak dan sekitarnya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dengan memanfaatkan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Daerah ini dikenal memiliki potensi yang tinggi terhadap bencana tanah longsor karena kondisi geologi yang rumit dan pola penggunaan lahan yang berubah secara dinamis. Sebagai salah satu upaya mitigasi bencana, analisis kestabilan lereng menjadi sangat penting untuk menentukan area-area yang rentan terhadap longsor dan untuk memberikan panduan dalam perencanaan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yakni data primer dan sekunder. Data primer menghasilkan data geologi lokal, berupa satuan bentuk lahan pada daerah penelitian meliputi Perbukitan Lereng Curam, Perbukitan Rendah Lereng Curam, Bukit Gamping, Bukit Intrusi, dan Dataran Banjir. Urutan stratigrafi daerah penelitian dari yang tertua hingga termuda yaitu Formasi Jatiluhur, Formasi Klapanunggal, Batuan Terobosan Andesit, dan Aluvium. Selain itu, juga terdapat struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian yaitu antiklin Ci Jere dan sesar Ci Pancar. Penelitian ini juga menggunakan sepuluh jenis parameter untuk membuat peta kerawanan longsor seperti kemiringan lereng, elevasi morfologi, litologi, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, kepadatan vegetasi, dan tingkat kebasahan tanah. Longsor yang terdapat di wilayah penelitian ini adalah translational slide, debris fall, dan rock fall. Dari hasil intersect menggunakan sepuluh parameter, kemudian dibuat peta kerawanan longsor terbagi menjadi yang terdiri dari 5 kelas, yaitu sangat rendah dengan luasan daerah (0,14%), rendah sebanyak (10,11%), sedang sebanyak (25,53%), tinggi sebanyak (62,76%), dan sangat tinggi sebanyak (1,46%).