Skripsi
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI DAERAH PESISIR PANTAI WILAYAH KOTA PANGKALPINANG
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) menjadi nomor satu dari sepuluh angka kesakitan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama pada balita di daerah pesisir pantai di Kota Pangkalpinang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kondisi fisik rumah terhadap kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di daerah pesisir pantai wilayah Kota Pangkalpinang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 136 balita usia 0 – 59 bulan dengan menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi sebanyak 1.608 jiwa. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi-square untuk mengetahui faktor yang berhubungan, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda untuk mengetahui faktor dominan. Proporsi keberadaan ISPA pada usia balita 0 – 59 bulan di daerah pesisir pantai di Kota Pangkalpinang sebanyak 48,5%. Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok keluarga (P=0,000), kepadatan hunian (P=0,000), ventilasi rumah (P=0,001), suhu (P=0,031). Disimpulkan bahwa faktor yang paling signifikan mempengaruhi kejadian ISPA pada balita adalah kepadatan hunian (P=0,000) (PR=11,085; CI=4,440 – 27,678). Perlunya kesadaran, perhatian, dan pengetahuan bagi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan gerakan rumah sehat untuk mengurangi angka kesakitan ISPA terutama pada balita.