Skripsi
“STRATEGI PEMERINTAH RIAU DALAM MENGHADAPI PENERAPAN EUROPEAN UNION ON DEFORESTATION FREE REGULATION (EUDR)”
Perubahan iklim global mendorong Uni Eropa (UE) sebagai pasar tunggal terbesar untuk menginisiasi European Union on Deforestation free Regulation (EUDR), sebuah kebijakan yang mengharuskan komoditas impor, termasuk minyak sawit untuk memenuhi standar deforestation-free dan sistem ketertelusuran yang terverifikasi. Regulasi ini menimbulkan dampak dan tantangan bagi negara produsen, terutama Indonesia. Penelitian ini berfokus secara spesifik pada Pemerintah Provinsi Riau, sebagai produsen sawit terbesar di Indonesia, dan menganalisis strategi yang ditempuh Riau dalam menghadapi tantangan EUDR melalui kerangka konsep Paradiplomasi yang dikembangkan oleh Moss Kanter, yaitu 3C (Concept, Competence, dan Connection). Dengan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riau telah berhasil mengimplementasikan Paradiplomasi 3C secara terintegrasi. Pilar Concept terwujud melalui strategi yang fokus pada penguatan basis data dan sistem ketertelusuran (traceability), penguatan kebijakan dan tata kelola lingkungan (RAD-KSB), untuk memastikan produk bebas deforestasi dengan sistem traceability yang memenuhi standar due diligence. Pilar Competence dibuktikan melalui kapasitas Riau dalam menjamin Quality, Cost, dan Delivery (QCD) sawit yang patuh regulasi, Riau berinvestasi pada pemberdayaan SDM melalui Program pemberdayaan dan pendampingan petani sawit, dan diversifikasi pasar ke Asia (Tiongkok dan India) berhasil menjaga stabilitas biaya dan pengiriman produksi. Sementara pilar Connection dimanfaatkan untuk membangun jejaring kolaborasi dan diplomasi langsung dengan stakeholder UE dan pasar global. Lima strategi daerah yang terperinci ini telah berhasil mentransformasi tantangan regulasi EUDR menjadi peluang strategis bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan kredibilitas, daya saing, dan legitimasi sawit daerah di pasar global. Kata Kunci: European Union on Deforestation free Regulation, Uni Eropa, Kelapa Sawit, Paradiplomasi, 3C, Riau