Skripsi
PENGGUNAAN CAMERA TRAP DALAM SURVEI KEBERADAAN KELINCI SUMATERA (Nesolagus netscheri, Schlegel, 1880) DI KAWASAN SUAKA MARGASATWA ISAU-ISAU, LAHAT, SUMATERA SELATAN
Camera trap pada masa kini digunakan secara masif dalam kepentingan mendeteksi dan menganalisis keberadaan spesies, estimasi okupansi spesies dan demografi satwa liar di alam. Camera trap mampu mendeteksi satwa langka dan sulit ditemui dibandingkan dengan opsi metode pengamatan langsung salah satu diantaranya ialah Kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri, Schlegel, 1880). Kelinci Sumatera merupakan salah satu satwa endemik pulau Sumatera yang memiliki nilai konservasi tinggi yang hingga saat ini dalam IUCN berstatus Data Deficient (DD). Pemasangan camera trap dipasang pada lokasi jalur satwa yang memiliki beberapa kriteria seperti dekat dengan sumber makan dan sumber air minum seperti sungai kecil dan vegetasi rapat. Pengamatan menggunakan camera trap dilakukan selama dua kali pengamatan, yakni pengamatan pertama pada lokasi stasiun I (Desa Tanah Abang) dan stasiun II (Desa Lawang Agung). Pengamatan kedua hanya dilakukan pada stasiun II (Desa Lawang Agung) dan diperoleh hasil sebanyak satu video dan satu foto. Pengamatan dan pemasangan camera trap pada lokasi vegetasi rapat dan okupansi datar dapat mendeteksi keberadaan kelinci sumatera dan pengulangan pengamatan yang efektif dapat dilakukan dengan penambahan jumlah unit camera trap pada lokasi tertentu yang memiliki potensi keberadaan Kelinci Sumatera. Hasil yang diperoleh dari rekaman camera trap untuk kelimpahan jenis relatif Kelinci Sumatera sebesar 2.85% dan encounter rate yag diperoleh sebesar 0.04 foto/hari.