Skripsi
PENGARUH PENGGUNAAN NOZEL 0,6 MM DAN LAYER THICKNESS 0,3 MM TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO FILAMENT 3D PRINTING POLYETHYLENE TEREPHTHLATE
Mengolah limbah PET menjadi filamen untuk pencetakan 3D merupakan inovasi yang memberikan dampak besar pada keberlanjutan lingkungan. Prosesnya diawali dengan pengumpulan botol plastik PET bekas, yang kemudian dibersihkan dan dipecah menjadi potongan kecil. Potongan-potongan ini dilelehkan dan diekstrusi menjadi filamen yang dapat digunakan pada printer 3D. Penelitian ini menyoroti isu utama dalam teknologi pencetakan 3D dan penggunaan bahan baku daur ulang, khususnya pengaruh orientasi cetak terhadap kekuatan tarik, mikrostruktur, dan ketepatan cetak sampel dengan pisau 0,6 mm dan ketebalan lapisan 0,3 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanis filamen PET bervariasi tergantung pada arah pencetakan. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat Zwick Roell Z020 dan analisis mikrostruktur serta akurasi cetak. Secara keseluruhan, spesimen C memiliki tegangan tarik tertinggi, diikuti oleh spesimen A dan spesimen B. Spesimen A menunjukkan tegangan tarik antara 8,31 MPa hingga 15,4 MPa dengan rata-rata 12,94 MPa, spesimen B antara 30,7 MPa hingga 32,2 MPa dengan rata-rata 31,56 MPa, dan spesimen C antara 36,1 MPa hingga 37,1 MPa dengan rata-rata 36,58 MPa. SEM menunjukkan bahwa sampel C5, dengan tegangan tertinggi, memiliki struktur yang padat dan sedikit cacat mikro, sementara sampel A3 dengan tegangan terendah memiliki struktur yang kurang padat. Pengukuran kubus menunjukkan variasi penyimpangan terhadap ukuran target, ketiga dimensi (X, Y, dan Z) relatif kecil, yaitu X sebesar 0,0032%, Y sebesar 0,0010%, dan Z sebesar 0,0006%.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| KAJIAN KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO FILAMEN 3D PRINTING POLYETHYLENE TEREPTHTALATE (PET) MENGGUNAKAN DIAMETER NOZEL 0.4 MM DAN LAYER THICKNESS 0.2 MM | - | id |