Skripsi
INVESTIGASI SUDUT TWIST SUDU NACA 2412 TURBIN ANGIN PROPELLER SKALA RENDAH MENGGUNAKAN METODE CFD DAN ANALITIK
Permasalahan meningkatnya konsumsi dan kebutuhan pasokan listrik di Indonesia semakin kompleks, terutama karena negara kepulauan ini memiliki banyak pulau kecil yang jauh dari pulau besar. Hal ini menyebabkan tantangan dalam pemerataan dan penyediaan listrik. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengusulkan pembangkit listrik tenaga angin sumbu horizontal yang ramah lingkungan dan cocok untuk pulau-pulau kecil di Indonesia. Pembangkit listrik ini menggunakan turbin angin propeller sumbu horizontal dengan profil airfoil NACA 2412 dan panjang bilah sudu 1 meter. Penelitian ini fokus pada penggunaan turbin dengan kecepatan aliran angin 10 m/s, meskipun rata-rata aliran angin di area tersebut berkisar antara 3-10 m/s. Metode yang digunakan mencakup analisis dan simulasi CFD untuk menentukan geometri sudu, torsi, koefisien daya, dan efisiensi turbin. Penelitian ini juga membahas efek dari sudu yang dipuntir (θ) dan tidak dipuntir, variasi sudut serang (α), serta model turbulen yang paling mendekati hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model turbulen k-epsilon RNG paling mendekati hasil eksperimen validator. Geometri sudu yang dipuntir memberikan daya dan efisiensi terbaik, dengan sudut serang optimum airfoil sebesar 4,5°. Pada kecepatan poros 70 rad/s, turbin ini mampu menghasilkan torsi sebesar 13,75 N.m, daya 963,074 W, dan efisiensi 50,05%.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| PENGARUH JUMLAH SUDU NACA 0012 TURBIN ANGIN PROPELLER SKALA RENDAH MENGGUNAKAN METODE CFD DAN ANALITIK | id |