Skripsi
PENGARUH PENGGUNAAN ACIDIFIER LOKAL TERHADAP PERSENTASE PANJANG SALURAN CERNA AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB)
Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia karena memiliki kualitas daging yang lebih baik dibanding ayam komersial. Untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan, dapat dilakukan dengan pemberian acidifier lokal. Asam sitrat mampu mempertahankan pH saluran cerna dan merangsang aktivitas enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan acidifier lokal terhadap persentase panjang saluran cerna ayam KUB. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Januari 2024 di kandang percobaan Program Studi Peternakan, Jurusan Teknologi dan Industri Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan menggunakan ternak ayam KUB (DOC) sebanyak 72 ekor dan dipelihara selama 10 minggu. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (perlakuan control tanpa acidifier), P1 (air perasan jeruk sambal dengan pH3), P2 (ekstrak tomat dengan pH 3), P3 (ekstrak kulit nanas dengan pH 3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA, apabila menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncant’s Multi Range (DMRT). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah persentase panjang usus halus ( duodenum, jejunum, ileum, dan sekum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian acidifier lokal pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase panjang usus halus ayam KUB. Persentase usus halus yang diperoleh yaitu 0,1162-0,1357%, duodenum 0,0235-0,0253%, jejunum 0,0563-0,0653%, ileum 0,0368-0,0452%, sekum 0,0250-0,0271% dari bobot hidup. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian larutan acidifier lokal belum mampu meningkatkan perkembangan vili usus halus ( duodenum, jejunum, ileum, dan sekum) pada ayam KUB.