Skripsi
PERBANDINGAN PROFILE NACA 6412 DAN NACA 4412 TURBIN ANGIN PROPELLER SKALA RENDAH MENGGUNAKAN METODE CFD
Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) menargetkan energi terbarukan harus mencakup dua pertiga dari total pasokan energi di dunia pada tahun 2050. Indonesia memiliki potensi energi angin mencapai 9,3 GW, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan. Hingga saat ini setidaknya sebanyak 150 unit turbin angin propeller dengan sumbu horizontal telah terpasang di Indonesia, dimana tiap unit turbin angin menghasilkan daya sebesar 2,5 Megawatt. Untuk mencapai target tersebut, desain turbin angin skala rendah dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam skala perkotaan. Studi ini membandingkan airfoil NACA 6412 dan NACA 4412 agar mendapatkan desain turbin skala rendah yang paling optimal dalam menghasilkan daya mekanik. Penelitian ini menitikberatkan pada penggunaan turbin yang dioperasikan dengan kecepatan angin 10 m/s, meskipun angin di daerah tersebut biasanya berkisar antara 3-10 m/s. Metode yang digunakan meliputi analisis dan simulasi CFD untuk menentukan geometri sudu, torsi, koefisien daya, dan efisiensi turbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NACA 6412 menghasilkan daya mekanik dan efisiensi daya yang lebih tinggi dibandingkan dengan NACA 4412. Efisiensi daya yang dihasilkan oleh airfoil NACA 6412 mencapai 52,47%, lebih tinggi dibandingkan dengan NACA 4412 yang hanya mencapai 42,8%.