Skripsi
KANDUNGAN LOGAM BERAT ARSEN (As) DAN SENG (Zn) PADA IKAN GULAMAH (Otolithoides pama) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI MUSI, SUMATERA SELATAN
Muara Sungai Musi adalah kawasan perairan yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas industri, seperti pertambangan, perkebunan, dan pertanian, serta aktivitas rumah tangga. Selain itu, muara ini juga menerima masukan dari aktivitas alami yang terjadi di sekitarnya. Ikan Gulamah (Otolithoides pama) merupakan jenis ikan yang banyak diminati masyarakat. Informasi mengenai kandungan logam berat pada ikan Gulamah masih terbatas khususnya jenis Arsen (As) dan Seng (Zn) di Perairan Sungai Musi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur cemaran As dan Zn pada insang, lambung, dan daging ikan Gulamah serta membandingkannya dengan standar keamanan pangan. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus-September 2023. Sampel diambil dari pengepul di sekitar Muara Sungai Musi, diidentifikasi, dibedah, dan dipisahkan organ-organnya. Kandungan logam diukur menggunakan instrumen ICP-OES sesuai standar SNI 2354-5:2011. Hasil menunjukkan rata-rata kandungan As pada insang, pencernaan, dan daging berturut-turut adalah 0,227 µg/kg, 0,477 µg/kg, dan 0,201 µg/kg serta kandungan Zn adalah 17,513 µg/kg, 17,813 µg/kg dan 5,614 µg/kg. Nilai ini tidak melebihi standar SNI 7387:2009 untuk As dan SK Dirjen POM No. 037/25/B/SKVII/1989 untuk Zn. Estimasi asupan harian maksimum As dan Zn pada manusia dewasa adalah 0,335 µg/kg/hari dan 9,356 µg/kg/hari, berada di bawah PMTDI (Provisional Maximum Tolerable Daily Intake) yang direkomendasikan WHO (2004) untuk As adalah 4 mg/kg/hari, sementara Zn adalah 300-1000 µg/kg/hari.