Skripsi
EVALUASI BIODEGRADASI FILM KITOSAN CANGKANG KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) YANG MENGANDUNG KLORHEKSIDIN
Latar belakang: Sistem penghantaran obat lokal bermanfaat dalam terapi periodontal karena mampu mengarahkan obat langsung ke area target dengan pelepasan terkontrol. Kitosan, yang bersifat biodegradable dan mampu melepaskan obat secara bertahap, dapat diformulasikan menjadi film sebagai media penghantaran obat. Formulasi ini menggunakan klorheksidin sebagai agen antimikroba, sementara cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) dimanfaatkan sebagai sumber kitosan. Tujuan: Mengetahui waktu degradasi sempurna dan mengevaluasi pelepasan klorheksidin pada film berbasis kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla serrata). Metode: Film berbasis kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) yang mengandung klorheksidin dibuat dengan metode solvent casting menggunakan asam asetat. Film dilakukan uji biodegradasi secara in vitro dan uji pelepasan obat (klorheksidin) secara in vitro menggunakan UV-Visible spectrophotometer pada interval waktu 0.5, 1, 2, 4, 6, 8, 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, 120, 132, 144, 156 dan 168 jam dalam larutan buffer fosfat (pH 6,8). Hasil: Rata-rata film terdegradasi sempurna yaitu 24 menit dan pelepasan klorheksidin terjadi secara total pada interval waktu 0,5 jam dengan rata-rata total kandungan klorheksidin dalam film 188,037 µg. Kesimpulan: Waktu degradasi sempurna film berbasis kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) yang mengandung klorheksidin yaitu 24 menit dan pelepasan klorheksidin yang terkandung dalam film berbasis kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) terjadi secara total pada interval waktu 0,5 jam dengan rata-rata total kandungan klorheksidin 188,037 µg. Kata Kunci: biodegradasi, film, kitosan (Scylla serrata), klorheksidin, pelepasan obat, sistem penghantaran obat lokal