Skripsi
PETA BAHAYA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KOTA PRABUMULIH DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TAHUN 2019-2023 (STUDI KASUS : LAHAN MINERAL)
Kota Prabumulih mengalami tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup tinggi pada tahun 2023 sebanyak 35 kasus dengan 5 kasus kebakaran yang terjadi secara bersamaan. Dalam penelitian ini akan menganalisis dan dihasilkan peta zona rawan kebakaran hutan dan lahan dengan menggunakan sistem informasi geografis. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis tanah, tutupan lahan, curah hujan, kemiringan lereng, dan ketinggian. Dengan menggunakan metode overlay (tumpang susun) dan tools weigted sum. Berdasarkan hasil klasifikasi yang diperoleh di Kota Prabumulih menghasilkan 3 tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan yaitu sangat rendah sebesar 0%, tingkat kerawanan rendah sebesar 0.38%, dan tingkat kerawanan sedang sebesar 99.62%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kota Prabumulih termasuk ke dalam tingkat kerawanan sedang terhadap kebakaran hutan dan lahan, dengan wilayah yang paling rawan yaitu Prabumulih Barat dan Rambang Kapak Tengah.