Skripsi
KEMAMPUAN FERMENTASI AIR KELAPA MUDA(Cocos nucifera L.) SEBAGAI ATRAKTAN NYAMUK Aedes aegypti L. MENGGUNAKAN MOSQUITO TRAP
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan Aedes aegypti L. Pengendalian vektor nyamuk secara ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami sebagai atraktan untuk menarik nyamuk masuk ke dalam perangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah nyamuk Aedes aegypti L. yang terperangkap, konsentrasi atraktan yang paling efektif dalam menarik nyamuk, serta pengaruh kondisi lingkungan terhadap hasil pengamatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2024 di Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang dan Laboratorium Biosistematika, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok non-faktorial dengan enam perlakuan konsentrasi fermentasi air kelapa muda (0,025%; 0,05%; 0,075%; 0,1%; 0,125%; dan kontrol berupa asam laktat 20%) dan empat ulangan, sehingga total terdapat 48 perangkap nyamuk. Pengamatan dilakukan di dua stasiun (RT 21 RW 01 dan RT 08 RW 03). Parameter yang diamati meliputi jumlah nyamuk Aedes aegypti L. yang terperangkap selama tujuh hari, konsentrasi atraktan paling efektif, karakteristik atraktan (pH, warna, bau), serta parameter lingkungan (suhu dan kelembapan udara). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah nyamuk Aedes aegypti L. terbanyak terperangkap di stasiun 1, yaitu sebanyak 54 ekor. Konsentrasi fermentasi air kelapa muda 0,075% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menarik nyamuk. Kata Kunci: Aedes aegypti L., Atraktan, Fementasi Air Kelapa Muda, Perangkap. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus, which is transmitted through the bite of Aedes aegypti L. mosquitoes. Environmentally friendly vector control can be achieved using natural substances as attractants to lure mosquitoes into traps. This study aimed to determine the number of Aedes aegypti L. mosquitoes trapped, the most effective attractant concentration, and the influence of environmental conditions on mosquito capture. This research was conducted from January to March 2024 in Pahlawan Subdistrict, Kemuning District, Palembang City, and in the Biosystematics Laboratory, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Sriwijaya. The experiment employed a non-factorial randomized block design with six treatments of young coconut water fermentation concentrations (0.025%, 0.05%, 0.075%, 0.1%, 0.125%, and a 20% lactic acid control) and four replications, totaling 48 mosquito traps. Observations were carried out at two stations (RT 21 RW 01 and RT 08 RW 03). Observed parameters included the number of Aedes aegypti L. mosquitoes trapped over seven days, the most effective attractant concentration, attractant characteristics (pH, color, odor), and environmental parameters (temperature and humidity). Data were analyzed using ANOVA and followed by Duncan's multiple range test. The results showed that the highest number of mosquitoes was trapped at Station 1, totaling 54 Aedes aegypti L. individuals. The 0.075% concentration of fermented young coconut water was the most effective in attracting mosquitoes. Keywords: Aedes aegypti L., Attractant, Fermentation of Young Coconut water,Trap.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| DINAMIKA POPULASI SERANGGA PENGGEREK PUCUK SCIRPOPHAGA ERCERPTALIS (LEPIDOPTERA) PADA TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) VARIETAS DOMINAN DI WILAYAH 1 PG CINTA MANIS | id |