Skripsi
PENENTUAN ZONA LEMAH MENGGUNAKAN DATA BORE DI TIMBUNAN LAMA PIT X, TAMBANG AIR LAYA, PT BUKIT ASAM, TBK., MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN
Kegagalan lereng, khususnya longsor, merupakan masalah umum pada lereng tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arah persebaran variabilitas dan zona lemah material pada timbunan lama atau old dump di Pit X Tambang Air Laya, menggunakan pendekatan geostatistik ordinary kriging. Tujuannya aagar dapat mengurangi risiko kerentanan pada lereng di sekitar area overburden atau area timbunan lama dan mengantisipasi terjadinya longsor di area Pit X tersebut. Data yang digunakan meliputi data primer berupa data observasi lapangan serta data sekunder berupa data boundary, data topografi, dan data hasil pemboran geoteknik dari PT Bukit Asam, Tbk yang terdiri data material properties, seperti kohesi, sudut geser dalam, dan densitas, dan peta distribusi lubang bor. Analisis dilakukan dengan software Maptek Vulcan Geostatmodel, menerapkan variogram untuk mengetahui arah persebaran variabilitas tanah dan metode ordinary kriging untuk mengidentifikasi zona lemah material. Pendekatan geostatistik dengan metode ordinary kriging pada penelitian ini terbukti efisien untuk mengidentifikasi zona lemah pada lokasi penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa arah utama persebaran variabilitas material old dump berada pada 75O, 105O, dan 135O yang menunjukkan arah persebaran variabilitas tertinggi cenderung berada pada arah Timur Laut – Tenggara area penelitian. Berdasarkan hasil estimasi, zona lemah pada lubang bor material Lempung (BLG) dengan parameter geoteknik berupa cohesion, friction angle, dan density yang heterogen dan tidak stabil terdapat pada lubang bor D, sedangkan material Lanau (BLU) terdapat pada lubang bor D dan F, serta untuk material Pasir (BPR) terdapat pada lubang bor G dengan parameter geoteknik berupa cohesion dan friction angle yang heterogen dan tidak stabil. Selain itu, area dengan kestabilan material old dump yang homogen berada pada lubang bor B, C, dan H. Dengan demikian, hal ini dapat membantu dalam membuat perencanaan awal untuk desain optimasi lereng timbunan dan praktik penambangan secara efisien dengan menyesuaikan perlakukan terhadap area dengan kandungan material yang cenderung heterogen maupun homogen.
No copy data
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| Geological Enginering | en |