Skripsi
POTENSI EKSTRAK Trichoderma harzianum UICC 1110 SEBAGAI AGEN ANTIFUNGI DAN ANTIBIOFILM Candida albicans ATCC 14053
Candida albicans dianggap spesies patogen dengan membentuk biofilm. Dampak yang dihasilkan dari biofilm mendukung pentingnya dilakukan penelitian untuk mendapatkan senyawa antibiofilm. Trichoderma harzianum memungkinkan untuk menyumbangkan metabolit sekunder paling banyak dari spesies Trichoderma. Banyaknya penelitian dengan memanfaatkan potensi metabolit sekunder yang dihasilkan oleh fungi menjadikan studi mengenai T. harzianum sebagai antibiofilm semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak fungi T. harzianum sebagai agen antifungi terhadap C. albicans, mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak fungi T. harzianum, menganalisis kemampuan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak fungi T. harzianum dalam menghambat pembentukan serta mendegradasi biofilm C. albicans, dan menganalisis morfologi biofilm C. albicans menggunakan SEM. Hasil uji aktivitas antifungi didapatkan bahwa ekstrak T. harzianum menunjukkan nilai 9,6 mm dengan kategori sedang dalam menghambat C. albicans. Hasil uji KHM menunjukkan konsentrasi terkecil ekstrak yang mampu membentuk zona hambat yaitu 10 µg/ml dengan diameter 7,75 mm. Hasil uji KLT bioautografi didapatkan golongan senyawa fenol dan flavonoid. Hasil uji biofilm menunjukkan bahwa metabolit sekunder T. harzianum mampu menghambat pembentukan biofilm dengan persentase sebesar 48,96% dan mendegradasi biofilm dengan persentase sebesar 50,37%. Hasil pengamatan menggunakan SEM diberi perlakuan dengan ekstrak T. harzianum UICC 1110 menunjukkan adanya perubahan signifikan struktur permukaan biofilm dan sel khamir.