Skripsi
PENGARUH AKTIVASI BENTONIT DENGAN METODE ASAM DAN KOMBINASI ASAM-TERMAL TERHADAP PENURUNAN KONSENTRASI LIMBAH SINTETIK Cu, Fe, DAN Pb
Pencemaran lingkungan oleh logam berat merupakan masalah besar yang tidak hanya berdampak pada makhluk hidup, tapi juga mengganggu keseimbangan ekosistem. Sebagai bahan pencemar yang tidak dapat dihancurkan atau dimusnahkan, logam berat sangat berbahaya karena akumulasi di alam dan dalam tubuh organisme. Adsorpsi merupakan metode pengolahan alternatif untuk air limbah dalam menghilangkan logam berat karena berkapasitas besar dengan biaya yang ekonomis dan mampu pada berbagai target polutan, baik cair maupun padat. Dari beberapa jenis adsorben, bentonit dipilih sebagai adsorben yang ideal karena memiliki pori dan kapasitas penukar ion yang baik. Penelitian ini difokuskan pada penurunan konsentrasi limbah sintetik Cu, Fe, dan Pb menggunakan bentonit teraktivasi sebagai adsorben. Terdapat dua metode aktivasi yaitu asam menggunakan H2SO4 1,2M dan asam-termal menggunakan H2SO4 1,2M dilanjut pemanasan dengan furnace pada suhu 300ᵒC selama 6 jam. Karakterisasi bentonit sebelum dan setelah aktivasi dilakukan menggunakan instrumen SEM-EDX. Pada proses adsorpsi dilakukan variasi massa bentonit teraktivasi pada logam berat single komponen Cu, Fe, dan Pb dan variasi pH untuk logam berat multi komponen Cu, Fe, dan Pb. Berdasarkan hasil analisa AAS pada limbah sintetik single komponen, aktivasi optimal menggunakan metode asam dengan massa optimum bentonit adalah 1 gr untuk setiap logam dengan degradasi logam Cu 45,34%, logam Fe 100,00% dan logam Pb 87,83%. Pada logam multi komponen, aktivasi optimal menggunakan metode asam dengan pH optimum 7 dengan degradasi logam Cu 55,67%, logam Fe 98,89%, dan logam Pb 88,95%.