Skripsi
FAKTOR RISIKO GANGGUAN PERILAKU PADA ANAK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE-1
Anak dengan diabetes melitus tipe 1 (DMT1) memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan perilaku akibat beban penyakit kronis yang dialaminya. Gangguan ini dapat memengaruhi perkembangan sosial, prestasi akademik, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan faktor risiko gangguan perilaku pada anak dengan DMT1. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada Agustus 2024 hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, rekam medis, dan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis bivariat dan multivariat dilakukan untuk menentukan faktor risiko. Dari 76 anak dengan DMT1, sebanyak 19 subjek atau 25% mengalami gangguan perilaku. Sebagian besar subjek berusia >11 tahun (60,5%) dengan median usia 12 tahun dan lama sakit >12 bulan (84,2%). Kontrol glikemik buruk ditemukan pada 59,2% subjek (HbA1c >9%) dan 46,1% memiliki riwayat KAD. Gangguan yang paling sering ditemukan adalah gejala emosional (14/19), diikuti oleh masalah perilaku dan masalah hubungan dengan teman sebaya (masing-masing 9/19), serta hiperaktivitas dan kesulitan dalam perilaku prososial (masing-masing 5/19). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kontrol glikemik buruk (OR 6,297; p=0,036), riwayat KAD (OR 4,609; p=0,031), dan pendidikan orang tua rendah (OR 0,045; p=0,007) merupakan faktor risiko signifikan. Sebanyak 19 dari 76 (25%) anak dengan DMT1 mengalami gangguan perilaku. Faktor risiko utama adalah kontrol glikemik buruk, riwayat KAD, dan pendidikan orang tua yang rendah. Skrining dini dan intervensi psikoedukatif penting untuk deteksi dan penanganan dini.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD BESEMAH KOTA PAGARALAM | id |