Skripsi
EVALUASI KONDISI AKTUAL TERHADAP RENCANA SEKUEN PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT MTBU PT BUKIT ASAM TBK
PT. Bukit Asam Tbk adalah salah satu perusahaan tambang di Indonesia yang beroperasi dalam bidang penambangan dan penjualan batubara. Kegiatan penambangan batubara di PT Bukit Asam Tbk direncanakan dalam sekuen penambangan bulanan. Kondisi aktual di lapangan menunjukkan terjadi ketidaksesuaian dan ketidaktercapaian terhadap rencana sekuen penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian dan ketercapaian volume berdasarkan rencana sekuen penambangan, dampak yang diakibatkan, faktor yang menyebabkannya, dan upaya yang dapat dilakukan. Perhitungan overcut, undercut, dan overstripping dilakukan menggunakan Minescape 5.7 dengan cara melakukan overlay antara peta kondisi aktual dan rencana sekuen penambangan, juga dilakukan analisa menggunakan contour value. Ketidaksesuaian daerah undercut overburden dan batubara masing-masing sebesar 625.393,03 bcm dan 108.893,40 ton serta overcut untuk overburden dan batubara adalah sebesar 171.175,77 bcm dan 27.108,17 ton. Ketercapaian rencana volume Pit Muara Tiga Besar Utara pada bulan Februari 2024 berdasarkan rencana sekuen penambangan yaitu sebesar 82,60 % dari 2.610.000 bcm yaitu 2.155.782,74 bcm untuk overburden dan 78,48 % dari 380.000 ton, yaitu 298.214,77 ton untuk batubara. Dampak yang terjadi akibat ketidaksesuaian dan ketidaktercapaian kondisi aktual terhadap rencana sekuen penambangan adalah meningkatnya nilai stripping ratio. Faktor ketidaksesuaian kondisi aktual terhadap rencana sekuen penambangan adalah meluapnya sump dan saluran terbuka daerah timur serta kurangnya pengawasan terhadap patok rencana sekuen penambangan. Faktor tidak tercapaian kondisi aktual terhadap rencana sekeuen penambangan adalah waktu kerja efektif dan produktivitas alat gali muat lebih kecil dari yang direncanakan. Upaya yang dapat dilakukan adalah optimalisasi pemompaan, peningkatan pengawasan terhadap arah penambangan, kinerja dan kedisiplinan waktu operator dan menambah indikator delay time.