Skripsi
ANALISIS ZONA RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN PENDEKATAN FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FAHP). STUDI KASUS : DAERAH BARANGIN DAN SEKITARNYA, KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zona rawan bencana tanah longsor di Daerah Barangin dan sekitarnya, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan menggunakan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) sebagai metode pengambilan keputusan multikriteria yang mampu menangani ketidakpastian. Wilayah penelitian memiliki topografi curam, geologi tidak stabil, curah hujan tinggi, serta perubahan tata guna lahan yang intensif, sehingga memerlukan pemetaan kerawanan yang komprehensif. Penilaian risiko dilakukan dengan mempertimbangkan parameter kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, dan tutupan lahan, yang masing-masing diberikan bobot melalui perbandingan berpasangan dalam bentuk fuzzy triangular number dan diolah menggunakan sistem informasi geografis. Hasil analisis menunjukkan tiga tingkat kerentanan longsor, dengan zona paling rawan berada di lereng curam dan sekitar aliran sungai. Faktor utama yang memengaruhi tingkat kerawanan adalah kemiringan lereng dan curah hujan. Validasi model menggunakan kurva ROC menghasilkan nilai AUC sebesar 0,734, menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang cukup baik. Secara keseluruhan, pendekatan FAHP terbukti efektif dalam mengintegrasikan berbagai faktor risiko dan memberikan representasi zonasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga dapat dijadikan dasar bagi strategi mitigasi bencana maupun penelitian lanjutan.