Skripsi
PRODUKSI DAN APLIKASI BIOCHAR DARI LIMBAH KULIT KAYU Eucalyptus pellita SEBAGAI PENINGKAT KUALITAS TANAH
Produksi biochar merupakan salah satu pendekatan pengelolaan limbah biomassa yang banyak digunakan melalui proses pirolisis dan berpotensi dimanfaatkan sebagai amandemen tanah. Limbah kulit kayu Eucalyptus pellita yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari industri pulp dan kertas di Muara Enim, Sumatera Selatan, Indonesia, digunakan sebagai bahan baku. Biochar diproduksi melalui proses pirolisis pada temperatur 300, 400, dan 500 °C dengan variasi waktu tinggal 60, 90, dan 120 menit untuk mengetahui sifat fisikokimia biochar yang dihasilkan. Biochar selanjutnya diaplikasikan pada tanah pasir berlempung dengan dosis 2,5%, 5%, dan 10% untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap sifat fisikokimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur pirolisis dan waktu tinggal menurunkan rendemen biochar, kandungan organic carbon (OC), dan organic matter (OM), namun meningkatkan konsentrasi hara makro (Ca, P, K, dan Mg), hara mikro, serta pH, terutama pada temperatur 500°C dengan waktu tinggal 120 menit. Aplikasi biochar pada dosis yang lebih tinggi, khususnya 10%, secara signifikan meningkatkan kandungan OC, N, P, K, Ca, dan Mg tanah, serta menurunkan bobot isi dan meningkatkan porositas tanah. Konsentrasi P, K, Ca, dan Mg tertinggi diperoleh pada tanah yang diamendemen dengan biochar hasil pirolisis pada temperatur 500 °C selama 120 menit dan diaplikasikan pada dosis 10%, yang mencerminkan tingginya kandungan hara anorganik pada biochar bertemperatur tinggi. Kandungan nitrogen tanah juga meningkat seiring dengan meningkatnya dosis aplikasi biochar dan temperatur pirolisis, yang terutama disebabkan oleh peningkatan retensi nitrogen dalam sistem tanah–biochar.
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| APLIKASI BIOCHAR KULIT BUAH PINANG SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA KATIONIK MALACHITE GREEN DAN ZAT WARNA ANIONIK REACTIVE BLUE | id |