Skripsi
SINTESIS GRAFIT DARI LIGNIN HASIL ISOLASI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS NIKEL NITRAT
Grafit banyak dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi industri, namun Indonesia masih sering mengimpor grafit sehingga diperlukan sumber alternatif. Lignin sebagai salah satu komponen dalam limbah tandan kosong kelapa sawit dan biasanya diabaikan, memiliki potensi dijadikan bahan baku sintesis grafit karena kandungan karbon yang tinggi. Proses isolasi lignin pada penelitian ini menggunakan metode alkali (NaOH) dengan variasi waktu pengendapan selama 12, 24, dan 36 jam. Sintesis grafit melibatkan tahapan karbonisasi dan grafitisasi yang menggunakan katalis nikel nitrat. Rendemen lignin terbanyak terdapat pada pengendapan 36 jam sebesar 14,424%. Lignin dikarakterisasi menggunakan instrumen FTIR dan XRD. Hasil FTIR menunjukkan lignin memiliki gugus fungsi O-H fenolik, C-H alifatik dan aromatik, C=C arena, dan keton C=O. Hasil XRD menunjukkan lignin bersifat sedikit amorf dengan beberapa puncak kristal. Berdasarkan rendemen dan hasil karakterisasi, lignin dengan waktu pengendapan 36 jam dipilih untuk proses sintesis grafit. Grafitisasi menghasilkan grafit yang terbilang sedikit dengan rendemen 0,003%. Karbon aktif dan grafit sintesis dikarakterisasi dengan XRD dan SEM-EDX. Hasil XRD karbon aktif memilki intensitas puncak tertinggi pada sudut 2θ 25,98º. Hasil SEM karbon aktif memiliki struktur yang beragam tidak beraturan, berbentuk bulat dan terdapat pori-pori pada permukaan dengan unsur penyusun tertinggi C (72,20%) dan O (12,79%). Perbandingan grafit sintesis dan grafit komersial menunjukkan hasil yang cukup baik. Hasil XRD grafit sintesis memilki pergeseran puncak yang tajam pada sudut 2θ 25,9º, sedangkan grafit komersial memiliki puncak tajam pada sudut 2θ 26,42º. Hasil karakterisasi SEM-EDX pada grafit sintesis menunjukkan partikel yang berbentuk bulat, struktur yang berlapis dengan partikel yang lebar dan tebal dengan unsur penyusun tertinggi C (82,24%) dan O (15,69%), sedangkan grafit komersial menunjukkan struktur yang berlapis, partikel lebih rapat dan lebih teratur dengan unsur penyusun C (100%).