Skripsi
STUDI KASUS: KETERLEMBATAN BICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN AKIBAT DAMPAK SCREEN TIME DI STARKIDS CHILD DEVELOPMENT AND THERAPY CENTRE PALEMBANG
Paparan yang intens terhadap perangkat elektronik berkait erat dengan gangguan dalam pemerolehan bahasa pada anak prasekolah. Asosiasi ini berpotensi menghambat kompetensi komunikatif mereka. Kajian ini bertujuan mengkaji secara mendalam pengaruh interaksi dengan perangkat digital terhadap kemajuan linguistik anak, dengan fokus spesifik pada hambatan ekspresi verbal. Metode penelitian yang diterapkan bersifat deskriptif-kualitatif, dengan pengumpulan informasi diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, serta telaah catatan perkembangan. Berkas data yang terkumpul selanjutnya diolah melalui tahapan analisis interaktif model Miles dan Huberman, yang mencakup proses kondensasi data, penyajian matriks, serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak yang terpapar screen time yang tinggi mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata dan menyusun kalimat, meskipun ada perkembangan dalam kemampuan berbicara sesudah mendapatkan terapi. Jenis konten yang dikonsumsi juga berpengaruh pada perkembangan bahasa, dengan paparan pada konten yang tidak sesuai usia memperburuk keterlambatan bicara pada anak. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa screen time berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak, terutama pada kemampuan mengucapkan kata, menyusun kalimat, serta memahami bahasa. Kurangnya interaksi langsung dan konsumsi konten yang tidak sesuai usia turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian juga menemukan bahwa semakin lama durasi screen time, semakin tinggi tingkat keterlambatan bicara. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan pembatasan durasi layar, pemilihan konten yang tepat, dan peningkatan interaksi langsung untuk mendukung perkembangan bahasa anak. Kata Kunci: Screen time; Keterlambatan Bicara; Anak Usia Dini; Perkembangan Bahasa
No other version available