Text
ANALISIS MULTIKRITERIA SPASIAL DEGRADASI LAHAN WILAYAH DAS DALAM MONITORING KETERSEDIAAN SUMBERDAYA AIR
ANALISIS MULTIKRITERIA SPASIAL DEGRADASI LAHAN WILAYAH DAS DALAM MONITORING KETERSEDIAAN SUMBERDAYA AIR (Studi Kasus: Sub DAS RAWAS) Zainuddin 03013682126026 Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Sriwijaya E-mail : zainuddin_muchtar@yahoo.co.id ABSTRAK : Pola perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim dan ekosistem Sumberdaya air pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), perlu dilakukan monitoring untuk menganalisis dampaknya terhadap ketersediaan sumberdaya air [1] [2] [3]. Analisis skala sub-DAS terkait dengan sebaran lahan kritis dengan memanfaatkan lapisan geospasial multi-temporal [4] [5], berguna dalam menyediakan kumpulan data distribusi lahan kritis yang konsisten secara regional yang dapat digunakan untuk mendukung agenda yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) [6] [7]. Sistem Monitoring perubahan pemanfaatan lahan melalui Citra Penginderaan Jauh sangat penting dalam mendukung berbagai aplikasi. Sekumpulan data spasial yang rinci dan terkini yang secara akurat menggambarkan distribusi pemanfaatan lahan dan kualitas sumberdaya lahan dan air pada wilayah DAS dapat mendukung perencanaan dan penyampaian layanan data [8], perkiraan lahan kritis atau bahaya kerusakan lingkungan [9] dan rencana pengembangan sumberdaya lahan [10]. Perubahan tutupan lahan juga berdampak pada erosi tanah dan proses mobilisasi sedimen [11]. Penggunaan lahan dan pengelolaan lahan sendiri juga berubah, terutama karena intervensi manusia [12], tetapi juga sebagai akibat dari efek tidak langsung dari iklim dan perubahan lingkungan lainnya yang disebabkan oleh manusia [13]. Kapasitas transport sedimen (T) merupakan parameter penting dalam pembentukan lereng model erosi tanah. Tipe lereng merupakan faktor penting yang mempengaruhi transpor sedimen kapasitas aliran darat, dan vegetasi dapat secara efektif menghambat hilangnya tanah [14]. Untuk menganalisis neraca air lahan/DAS menggunakan metode FJ Mock. Hasil interpretasi dari tiga wilayah pada sub DAS Rawas Tahun 2024 adalah sub DAS Rawas Hulu terdapat degradasi lahan, dengan persentasi terbesar yaitu 151% yang diakibatkan adanya perubahan penggunaan lahan menjadi lahan pemukiman. Selain itu, terjadi penurunan luas hutan lahan kering primer sebesar 765 Ha, sub DAS Rawas Hilir terdapat degradasi lahan, terutama disebabkan perubahan penggunaan lahan menjadi lahan pemukiman (194,5%) dan menjadi lahan sawah sebanyak 1066 Ha, dan sub DAS Rupit terdapat degradasi lahan, terjadi degradasi lahan yang diakibatkan adanya penggunaan lahan untuk pemukiman (108,3%), dan penurunan luas hutan lahan kering primer sebesar 309 Ha. Besarnya ketersediaan air (water balance) sub DAS Rawas Hulu, sub DAS Rawas Hilir dan sub DAS Rupit dari tahun 2015-2024 menunjuk tren penurunan % debit ketersediaan air per tahun masing-masing sebesar 2,38 ; 2,57 dan 2,36 %. Sehingga prediksi ketersedian air diwilayah sub DAS Rawas Hulu, sub DAS Rawas Hilir dan sub DAS Rupit pada tahun 2045 masing-masing sebesar 1.846 ; 2.249 dan 1.567 m3/detik. Kata kunci: Debit Banjir, Koefisien Lahan, Penggunaan Lahan
No other version available