Skripsi
STUDI PALEOBATIMETRI DAN IKLIM PURBA SUNGAI SAKA DESA NEGERI SINDANG, KECAMATAN SOSOH BUAY RAYAP, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU, SUMATERA SELATAN
Kegiatan penelitian yang dilakukan di Sungai Saka Formasi Gumai Daerah Negeri Sindang dan sekitarnya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi
Sumatera Selatan. Lokasi penelitian terbagi menjadi delapan lokasi dengan litologi batulempung karbonat dan batupasir karbonat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi lingkungan batimetri dan iklim purba melalui analisis fosil foraminifera planktonik dan bentonik, serta selanjutnya mengkorelasikan hubungan dengan stratigrafi daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam menganalisis iklim purba dengan metode analisis kuantitatif dari setiap spesies foraminifera, dg merujuk kepada klasifikasi Barker 1960 dan Van Marley 1989 untuk lingkungan batimetri, serta klasifikasi Ingle 1980 dan Kennet 1985. Analisis lingkungan batimetri dilakukan dengan metode fathom fossil serta rasio plankton/bentos. Analisis iklim purba dilakukan dengan metode rumus pengalian dengan
range fathom fosil yang kemudian dikorelasikan dg klasifikasi Ingle 1980 dan Kennet 1985. Berdasarkan hasil analisis paleontologi melalui spesies foraminifra bentonik
mengindikasikan bahwa lokasi penelitian berada pada lingkungan neritik yakni neritik tepi (inner neritic) – neritik luar (outer neritic). Selanjutnya diperoleh spesies foraminifera
planktonik dengan genus Globigerinoides, Globigerina, Globigerinita, Catapsydrax, Orbulina, Praorbulina dan Globorotalia yang menunjukkan sebagai spesies penciri iklim
tropical – subtropical dengan kondisi hangat yang memiliki suhu air laut berkisar 18 – 14oC. Adapun fosil indeks pada daerah penelitian yakni praorbulina trasnitoria yang ditunjukkan
dengan keterdapatannya pada setiap Lokasi pengamatan, hal ini juga menjadi penciri dari penentu iklim purba daerah penelitian melalui fosil foraminifera planktonik yg memiliki
habitat hidup mengambang atau tidak menambat pada substrat dilingkungan marine. Pada analisis lingkungan batimetri dan iklim purba selanjutnya dapat diinterpretasikan
hubungannya dengan stratigrafi daerah penelitian pada peta lintasan dan kesesuaian metode yang digunakan dengan kondisi lapangan secara geologi. Stratigrafi daerah penelitian
berdasarkan kolom stratigrafi terdapat litologi batupasir karbonat yang terbentuk lebih dari litologi batulempung karbonat. Kemudian pada peta lintasan dengan strike berarah Tenggara-Barat Laut dan dip berarah Timur Laut dapat diketahui hubungan antara lingkungan pengendapan neritik tepi hingga neritik luar dengan terendapkan litologi batupasir karbonat lalu litologi batulempung karbonat. Secara stratigrafi hal ini sesuai dengan kolom stratigrafi daerah penelitian serta mengindikasikan bahwa penelitian dapat dibuktikan secara analisis paleontologi terhadap kondisi geologi pada daerah penelitian.
Kata Kunci: Batimetri, Fosil, Gumai, Iklim Purba, Paleontologi.