Skripsi
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA PADA PENDERITA HIPERTENSI KRONIS
Hipertensi kronis pada lansia seringkali menyebabkan penurunan terhadap kualitas hidup yang dialaminya. Kualitas hidup lansia terutama pada penderita hipertensi kronis memiliki beberapa kaitan dengan faktor yang mempengaruhi keadaan individu baik secara fisik, psikologis, sosial, spiritual dan lingkungan. Kualitas hidup lansia menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia pada penderita hipertensi kronis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 orang lansia penderita hipertensi kronis di wilayah kerja puskesmas indralaya yang diambil menggunakan teknis purposive sampling dengan kriteria inklusi bersedia menjadi responden, berusia ≥ 60 tahun, Penderita hipertensi dengan tekanan darah ≥ 160 / 100 mmHg, dan Penderita hipertensi disertai dengan komplikasi penyakit kronis lain. Pengumpulan data menggunakan kuesioner IPAQ Short form, MMAS-8, PSS-fa, dan WHOQOL-Bref. Data dianalisis menggunakan uji chi square, uji fisher exact, dan regrasi logistic. Hasil analisis menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia pada penderita hipertensi kronis yaitu variabel Riwayat penyakit kronis lain (p value 0,044), Aktivitas fisik (p value 0,024), Kepatuhan minum obat (p value 0,033), dan Dukungan keluarga (p value 0,007). Variabel Jenis kelamin, Status pekerjaan, Tingkat Pendidikan, dan Lama menderita hipertensi tidak berhubungan dengan kualitas hidup lansia pada penderita hipertensi kronis. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa nilai OR pada Dukungan keluarga sebesar 13,718. Faktor yang paling berhubungan dengan kualitas hidup lansia pada penderita hipertensi kronis adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik akan membuat status kesehatan dan kualitas hidup seseorang juga baik karena dukungan yang diberikan oleh keluarga membuat lansia termotivasi dan percaya diri untuk menyelesaikan masalah terutama masalah kesehatan yang dialaminya sehingga kualitas hidup lansia meningkat.