Text
RESILIENSI SOSIAL TUNANETRA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA DI KOMPLEK TUNANETRA KENTEN PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor pengaruh resiliensi sosial tunanetra dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tunanetra yang menghadapi kondisi kerentanan dari aspek sosial dan ekonomi akibat pembangunan pasar ikan modern dan pemindahan lokasi Klinik Pijat Pertuni Jaya. Teori resiliensi sosial Daniel F. Lorenz. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Data diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa resiliensi sosial tunanetra dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga terbentuk melalui tiga kapasitas yaitu pertama, kemampuan mengatasi gangguan (coping capacities) dengan bertahan dan tetap bekerja seperti menggunakan keterampilan yang dimiliki serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi. Kedua, kemampuan beradaptasi (adaptive capacities) dengan mencari penghasilan tambahan, istri membantu mencari nafkah, melakukan penghematan, dan menjalin komunikasi baik dengan masyarakat. Ketiga, kemampuan bertransformasi (transformative capacities) dengan beralih profesi menjadi atlet goalball dan pemain keyboard. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga, teman, dan pertuni juga berperan penting dalam proses resiliensi sosial penyandang tunanetra.