Skripsi
TEKTONIKA ARSITEKTUR GHUMAH BAGHI DI DATARAN TINGGI BESEMAH
Tektonika arsitektur merupakan sebuah ilmu yang mempelajari seni dari konstruksi berfokus pada fungsi estetika dari struktur yang dipengaruhi oleh kondisi alam dan budaya lokal. Dataran Tinggi Besemah berada sekitar Gunung Dempo, sebuah kawasan dihuni oleh suku Besemah yang lama terisolasi karena kondisi geografis berupa pegunungan, sehingga menghasilkan budaya khas. Salah satu produk budaya suku Besemah adalah Ghumah Baghi sebagai salah satu identitas suku Besemah, permukiman tradisional dan pemilik. Karakter visual Ghumah Baghi mencerminkan kejujuran material dan elemen struktur sehingga estetika struktur menjadi bagian yang penting sebagai pembentuk wujud Ghumah Baghi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana prinsip, mekanisme dan faktor pengaruh tektonika arsitektur Ghumah Baghi. Tujuan penelitian adalah menemukan prinsip dan mekanisme tektonika arsitektur Ghumah Baghi dan faktor pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus penyelidikan dengan metode pengumpulan data dokumentasi dan arsip, interview, kunjungan lapangan dan artefak fisik. Model analisis penelitian adalah pencocokan pola dan membangun penjelasan dari studi kasus guna mendapatkan gambaran tentang karakter tektonika arsitektur Ghumah Baghi. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini akan merupakan rangkaian dari analisis tipologi arsitektur Ghumah Baghi, prinsip tektonika arsitektur dan keteknikan serta mekanisme tektonika arsitektur, rangkaian analisis ini digunakan untuk menemukan peran tektonika arsitektur pada Ghumah Baghi dan faktor pengaruh alam dan manusia pada tektonika arsitektur Ghumah Baghi. Temuan dari penelitian ini adalah Ghumah Baghi memiliki tipologi bentuk denah dan tampak yang sederhana dengan penggunaan ruang berdasarkan status sosial dan gender. Bentuk Ghumah Baghi merupakan hasil transformasi dari bentuk kubus dan prisma segi empat dengan artikulasi pada elemen-elemen struktur. Ghumah Baghi merupakan bangunan kayu dengan dominasi volume dan berat material kayu dengan 6 (enam) tipe sambungan dan 55 (lima puluh lima) variasi sambungan dan memiliki 2 (dua) tipe sistem struktur yaitu struktur rangka batang dan rangka kotak. Ghumah Baghi memiliki 10 (sepuluh) jenis prinsip tektonika arsitektur yang terbagi menjadi prinsip tektonika olah material dan tektonika tata material, serta 23 (dua puluh tiga) prinsip keteknikan yang terbagi berdasarkan prinsip tumpuan, sifat sambungan, pengerjaan dan fungsi detail . Ghumah Baghi memiliki 7 (tujuh) jenis mekanisme tektonika arsitektur yang berperan sebagai penyaluran gaya, keterjagaan, pergerakan, perakitan dan penanda yang dipengaruhi oleh faktor alam terdiri dari hujan, kegempaan dan bongkar pasang, serta faktor budaya yang terdiri dari pola kekerabatan dan keberadaan pusaka. Hasil penelitian ini merupakan salah satu landas dalam penelitian tentang metode dan teori tektonika arsitektur pada kasus arsitektur vernakular.
No other version available