Skripsi
PEMILIHAN ROUTE KONEKSI HINTERLAND BERDASARKAN ANALISIS KETAHANAN (RESILIENCE) DI PROVINSI SUMATERA SELATAN
Provinsi Sumatera Selatan menghadapi tantangan dalam mempertahankan koneksi darat yang kuat karena tingginya kerusakan jalan. Jalan nasional banyak digunakan oleh kendaraan besar, menyebabkan kemacetan. Selain itu, geografi dataran rendah dan curah hujan yang tinggi di kawasan ini menyebabkan jalan banjir dan tergenang selama musim hujan. Standar penanganan yang tidak konsisten di seluruh jalan nasional, provinsi, dan lokal semakin mempersulit penggunaan jalan. Penelitian ini menggunakan analisis multi-kriteria (MCA) untuk menilai kinerja jaringan transportasi berdasarkan berbagai kriteria dan sub-kriteria. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mempertimbangkan berbagai faktor relevan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan infrastruktur transportasi. Salah satu keunggulan metode ini adalah kemampuannya untuk memperhitungkan banyak aspek dalam pengambilan keputusan. Dengan memungkinkan penilaian berdasarkan kriteria yang berbeda, MCA memberikan pemahaman yang lebih holistik kepada peneliti tentang kinerja jaringan transportasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini diharapkan dapat menggantikan sistem manajemen perkerasan (PMS) dengan sistem manajemen jalan global (GRMS). Studi ini mengidentifikasi kriteria Teknik, Transportasi, ekonomi dan ekologi. Penelitian ini akan memberikan gambaran hasil tentang kinerja jaringan jalan di sumatera selatan, dilihat dari aspek resilience. Merekomendasikan route terbaik dalam pengembangan jaringan jalan untuk angkutan berat dalam mendukung pengembangan wilayah di sumatera selatan. Pada akhir nya rekomendasi tersebut dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan penanganan infrastruktur jalan di sumatera selatan. Memahami indikator ketahanan memungkinkan para pengambil keputusan untuk mengevaluasi dampak dari skema transportasi yang diusulkan dan kinerja jaringan jalan selama gangguan. Dengan memasukkan aspek ekologi sebagai sub-kriteria dalam analisis, tantangan transportasi terkait kondisi alam di Provinsi Sumatera Selatan dapat diatasi dengan baik. Secara keseluruhan, pendekatan ini memastikan keseimbangan antara aspek teknis, keberlanjutan lingkungan dan pertimbangan praktis dalam perencanaan infrastruktur jalan.