Text
KARAKTERISTIK FLUIDA PANAS BUMI DAN ESTIMASI TEMPERATUR BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA FLUIDA DAN X-RAY DIFFRATION DAERAH SUBANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT
Penelitian ini dilakukan di daerah Subang dan sekitarnya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang berada pada jalur gunung api Kuarter dan menunjukkan potensi panas bumi melalui keberadaan manifestasi permukaan berupa mata air panas dan zona alterasi hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi fluida panas bumi serta mengestimasi temperatur reservoir melalui integrasi analisis geokimia fluida dan identifikasi mineral alterasi menggunakan metode X-Ray Diffraction (XRD). Metode penelitian meliputi pengukuran parameter fisik fluida di lapangan, analisis laboratorium terhadap ion mayor (Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, Cl⁻, SO₄²⁻, dan HCO₃⁻), serta interpretasi geoindikator menggunakan diagram Cl–SO₄–HCO₃, Cl–Li–B, dan Na–K–Mg untuk menentukan tipe fluida dan tingkat kematangan sistem hidrotermal. Estimasi temperatur reservoir dilakukan menggunakan geotermometer silika (kuarsa dan kalsedon), Na–K, Na–K–Ca, dan K–Mg, yang kemudian diintegrasikan dengan data mineralogi alterasi hasil analisis XRD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluida panas bumi di daerah penelitian tergolong sebagai mature bicarbonate waters, yang mengindikasikan dominasi fluida hidrotermal dengan pengaruh pencampuran air meteoritik. Diagram Na–K–Mg menempatkan seluruh sampel pada zona immature equilibrium, menunjukkan bahwa fluida belum mencapai kesetimbangan penuh dengan batuan reservoir dan merepresentasikan sistem hidrotermal dangkal hingga menengah. Konsentrasi unsur konservatif seperti Cl dan B mengindikasikan sirkulasi fluida yang relatif dangkal, sedangkan rasio Na/K dan Na–K–Ca mencerminkan proses interaksi batuan–air yang masih berlangsung. Estimasi temperatur reservoir berdasarkan geotermometer silika menunjukkan kisaran 54,8–200,8°C, sementara geotermometer Na–K, Na–K–Ca, dan K–Mg memberikan estimasi suhu lebih rendah (