Skripsi
PERBEDAAN AKURASI SKOR RISIKO GRACE DAN KLASIFIKASI KILLIP SEBAGAI PREDIKTOR LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN STEMI DI RS MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
Pendahuluan: ST-elevation myocardial infarction (STEMI) merupakan bentuk tersering sindrom koroner akut dengan risiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Lama rawat inap menjadi salah satu indikator prognosis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi skor risiko GRACE dan klasifikasi Killip dalam memprediksi lama rawat inap pada pasien STEMI di RS Mohammad Hoesin Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif pada pasien STEMI yang dirawat di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2022–Desember 2024. Data sekunder rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh sebanyak 110 pasien. Skor GRACE dihitung dan diklasifikasikan menjadi risiko rendah, sedang, dan tinggi; klasifikasi Killip dicatat dari rekam medis. Lama rawat inap dikategorikan menjadi singkat (≤5 hari) dan panjang (>5 hari) berdasarkan nilai median. Analisis dilakukan dengan uji Chi-square dan kurva ROC. Hasil: Median lama rawat inap pasien STEMI adalah 5 hari. Skor GRACE menunjukkan kemampuan prediktif yang baik terhadap lama rawat inap dengan AUC 0,845; cut-off >125 memberikan sensitivitas 90,74% dan spesifisitas 69,64%. Klasifikasi Killip memiliki kemampuan prediktif sedang dengan AUC 0,717; cut-off >1 memberikan sensitivitas 90,74% dan spesifisitas 42,86%. Secara keseluruhan, skor GRACE lebih akurat dibandingkan klasifikasi Killip dalam memprediksi lama rawat inap. Kesimpulan: Skor GRACE dan klasifikasi Killip sama-sama berhubungan dengan lama rawat inap pasien STEMI, namun terdapat perbedaan akurasi di mana skor GRACE memiliki akurasi yang lebih baik.
No other version available