Skripsi
PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN COMPOSITE MAPPING ANALYSIS (STUDI KASUS: BANJIR OKU SELATAN JULI 2023)
Indonesia sebagai negara yang terletak dekat dengan garis khatulistiwa mengalami dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Intensitas curah hujan yang tinggi selama musim hujan seringkali mengakibatkan banjir. Selain curah hujan faktor lain seperti kerapatan sungai, kemiringan lereng, ketinggian, jenis tanah dan tutupan lahan juga dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Kabupaten OKU Selatan termasuk daerah yang sering terjadi banjir salah satunya banjir pada Juli 2023 yang membuat enam kecamatan terendam banjir dan mengakibatkan banyak kerugian. Salah satu langkah untuk memitigasi dampak negatif banjir adalah dengan membuat peta daerah rawan banjir. Pada penelitian ini peta rawan banjir Kabupaten OKU Selatan dibuat dengan melakukan overlay pada keenam parameter penyebab banjir. Bobot setiap parameter akan dihitung menggunakan metode Composite Mapping Analysis (CMA). Hasil penelitian didapatkan peta rawan banjir Kabupaten OKU Selatan yang diklasifikasikan menjadi empat kelas kerawanan: Kelas aman sebesar 0,26% (1.157,42 Ha), kelas cukup rawan sebesar 0,79% (3442,63 Ha), kelas rawan sebesar 53,27% (233.459,09 Ha) dan kelas sangat rawan sebesar 45,68% (200.170,29 Ha). Kata Kunci: Rawan Banjir, Kabupaten OKU Selatan, Composite Mapping Analysis, SIG
No other version available