Skripsi
KONVERSI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL MELALUI REAKSI ESTERIFIKASI DAN TRANSESTERIFIKASI DENGAN METODE ELEKTROLISIS MENGGUNAKAN ELEKTRODA GRAFIT
Konversi minyak nabati dapat dilakukan dengan metode elektrolisis sebagai metode alternatif. Tujuan konversi minyak bekas dengan metode elektrolisis untuk memproduksi biodiesel dengan memperhatikan kuat arus dan waktu reaksi. Sampel minyak bekas yang digunakan memiliki nilai asam lemak bebas (ALB) sebesar 0,379%. Reaksi esterifikasi dilakukan sebagai pretreatment sebelum melakukan reaksi transesterifikasi. Hasil lapisan atas reaksi esterifikasi dengan metode elektrolisis mengalami perbedaan warna yang semakin pekat sejalan dengan lamanya waktu reaksi. Biodiesel dari reaksi transesterifikasi dikarakterisasi menggunakan instrumen GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan biodiesel yang paling optimum terbentuk terjadi pada reaksi elektrolisis selama 2 jam dengan kuat arus 30 A. Jumlah biodiesel dari metode elektrolisis yang paling optimal memiliki yield 86,8% sebanyak 39,22 gram. Reaksi transesterifikasi dengan metode elektrolisis selama 2 jam dengan kuat arus 40 A tidak menghasilkan biodiesel. Biodiesel yang dihasilkan juga dilakukan uji parameter seperti densitas, bilangan asam dan nilai kalor. Densitas biodiesel yang dihasilkan berkisar 855-882 Kg/m3 sesuai dengan SNI 04-47182-2006. Bilangan asam biodiesel yang didapat berkisar 0,54-0,55 mg KOH/g sesuai dengan SNI 7182:2012. Nilai kalor biodiesel yang diperoleh metode elektrolisis berada pada rentang 36246-74275 J/g.
No other version available