Skripsi
HUBUNGAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Stunting merupakan masalah utama gizi pada anak balita disebagian negara berkembang. Stunting merupakan gagal tumbuh yang diakibatkan dari kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Pola asuh yang kurang baik dan pemberian ASI yang tidak eksklusif merupakan 2 faktor penyebab kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 54 responden dengan kriteria sampel yang diambil adalah ibu yang memiliki anak balita. Pengambilan sampel didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pola asuh dan pemberian ASI adalah kuesioner. Kuesioner ini telah dilakukan uji validitas dan reabilitas sebelum penelitian dilakukan. Hasil analisis data menggunakan uji Chi-Square pada peneltian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita (p-value 0,009 < 0,05), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita (p-value 0,234 > 0,05). Pola asuh orang tua dalam pengasuhan kepada anaknya memberikan pengaruh yang besar terhadap kejadian stunting. Pada anak balita yang mendapatkan ASI eksklusif tetap memiliki risiko atau peluang anaknya mengalami stunting, hal ini dimungkinkan karena penyebab stunting multifaktor. Puskesmas Palemraya diharapkan melakukan kegiatan rutin dalam mempromosikan manfaat pentingnya pemberian ASI eksklusif pada balita dan membantu masyarakat agar menerapkan pola asuh yang tepat dalam pencegahan kejadian stunting.
No other version available