Skripsi
ANALISIS SISTEM NODAL UNTUK PEMILIHAN UKURAN TUBING SUMUR X-097 DAN X-017 DI PT PERTAMINA HULU ROKAN, PRABUMULIH FIELD
Banyak faktor yang memengaruhi proses pengangkatan minyak ke permukaan, salah satu faktornya yaitu pemilihan ukuran tubing yang tepat untuk laju produksi optimal. Sumur X-097 dan X-017 di PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Prabumulih Field menggunakan ukuran tubing 2,5 in(ID) di mana dengan menggunakan ukuran tubing tersebut laju produksi sumur X-097 sebesar 410 BFPD atau 34,83% dari laju produksi maksimal dan untuk sumur X-017 sebesar 1500 BFPD atau 27,15% dari laju produksi maksimal dengan water cut 0%. Dapat dilihat bahwa kedua sumur belum mencapai laju produksi optimal, maka dari itu perlu dilakukan analisis dan perhitungan ulang untuk mengetahui laju produksi optimal yang mampu dicapai oleh sumur X-097 dan X-017. Diperlukan analisis terhadap Inflow Performance Relationship (IPR), penilaian intake tubing dengan menggunakan kurva pressure traverse, dan juga analisis sistem nodal yang mengintegrasikan IPR dengan kurva intake tubing dalam proses evaluasi kinerja tubing. Hasil penelitian menggunakan analisis sistem nodal ini menunjukkan bahwa pada sumur X-097 penggunaan tubing ukuran 2,5 in(ID) belum tepat sehingga harus diganti dengan ukuran tubing 2 in(ID) untuk mencapai laju produksi optimal yaitu sebesar 440 BFPD atau 37,38% dari laju produksi maksimal. Sedangkan untuk sumur X-017 penggunaan tubing ukuran 2,5 in(ID) juga belum tepat sehingga harus diganti dengan ukuran tubing 3 in(D) untuk mencapai laju produksi optimal yaitu sebesar 1700 BFPD atau 30,77% dari laju produksi maksimal dengan water cut 0%.
No other version available