Skripsi
ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE TENTANG TERORISME DALAM FILM 13 BOM DI JAKARTA
Penelitian ini menganalisis representasi dan makna terorisme dalam film 13 Bom di Jakarta menggunakan pendekatan semiotika John Fiske. Film tersebut dipilih karena menghadirkan isu terorisme secara eksplisit melalui rangkaian adegan kekerasan, ancaman ledakan, serta konflik antara aparat dan kelompok radikal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis sembilan adegan utama yang menampilkan simbol-simbol terorisme, seperti penggunaan senjata, pemasangan bom, tindakan sabotase, hingga ledakan yang terjadi di sejumlah lokasi strategis di Jakarta. Analisis dilakukan berdasarkan tiga level kode semiotik Fiske, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Pada level realitas, film menampilkan tanda-tanda sosial berupa gestur, pakaian, ekspresi tokoh, serta suasana kota yang menunjukkan kondisi terancam. Pada level representasi, makna dibangun melalui teknik sinematografi seperti pencahayaan gelap, sudut kamera dinamis, musik tegang, serta alur cerita yang menciptakan kesan kekacauan. Sementara itu, pada level ideologi, film menunjukkan bahwa terorisme tidak hanya dipahami sebagai tindakan kekerasan, tetapi juga bagian dari pergulatan kekuasaan, ketidakadilan sosial, resistensi, dan ketidakpercayaan terhadap negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 Bom di Jakarta tidak semata-mata menghadirkan hiburan, tetapi membangun narasi kritis mengenai hubungan antara kekerasan, sistem keamanan, serta kondisi sosial-politik Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian media dan komunikasi, terutama terkait bagaimana film membentuk pemaknaan ideologis melalui sistem tanda visual dan naratif. Kata Kunci: Film 13 Bom di Jakarta, John Fiske, Representasi, Semiotika, Terorisme
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| REPRESENTASI KETIDAKADILAN DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KELOMPOK PUNK (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE PADA FILM BOMB CITY) | id |