Skripsi
ANALISIS WACANA BERBASIS KORPUS FENOMENA FEAR OF MISSING OUT KONSER COLDPLAY PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TWITTER
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan fenomena FoMO (Fear of Missing Out) yang merupakan gangguan psikologis yang menimbulkan perasaan emosional pada pengguna Twitter terkait konser Band Coldplay. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana wacana muncul berasal dari tanggapan pengguna Twitter terhadap kehadiran fenomena FoMO ini ditengah-tengah mereka. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana berbasis korpus. Penelitian campuran dengan analisis kuantitatif-kualitatif. Kuantitatif digunakan untuk menghitung jumlah tweet/cuitan yang muncul menggunakan perangkat lunak Voyants.tools yang kemudian akan dianalisis secara kualitatif. Tweet/cuitan inilah yang akan dianalisis berdasarkan frekuensi, konkordansi dan kolokasi untuk dapat melihat fenomena Fear of Missing Out, yang sesuai dengan dimensinya yakni perilaku pengulangan akses media, ketinggalan pengalaman, terkucilkan dan perbandingan dengan teman. Dari tweet/cuitan pada tagar #Coldplay memiliki frekuensi kata berkonotasi netral/ positif 2336 kata dan berkonotasi negatif memiliki frekuensi 280 kata. Hasil penelitian menunjukkan, pada tanggapan pengguna Twitter terhadap fenomena FoMO cenderung menunjukkan wacana yang mengarah pada konotasi negatif, bahkan menimbulkan beberapa dampak buruk pada pengguna Twitter. Kata Kunci: Coldplay, Korpus. FoMO, dan Twitter
No other version available