Skripsi
IDENTIFIKASI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN PATIN JUARO (Pangasius polyuranodon Bleeker, 1852) DI PERAIRAN SUNGAI MUSI BAGIAN KOTA PALEMBANG
The Musi River is the main route for community activities in Palembang City, which makes it vulnerable to plastic pollution, including microplastics. The Juaro catfish (Pangasius polyuranodon), a food fish found in this river, is likely to ingest microplastic particles through its digestive tract. The study was conducted from December 2024 to February 2025 at two locations: Musi 2 and 13 Ulu Tangga Takat. A total of 30 fish were collected from both locations and analyzed using a digestive tract digestion method with 10% KOH solution, followed by microscopic observation to identify the microplastic particles they contained. The results revealed the presence of four types of microplastics: fragments, fibers, films, and pellets. Fragments were the most dominant type, comprising 191 of the 406 microplastic particles found. The highest abundance of microplastics was found at 13 Ulu Tangga Takat, with an average of 17.6 particles per individual, while at Musi 2, the average was 9.46 particles per individual. The overall average abundance from both locations was 13.53 particles per individual. Statistical analysis showed that fish morphometric measurements, both body length and digestive tract length, were not significantly related to the amount of microplastic accumulated. This finding confirms that the level of microplastic pollution in the Musi River is quite high, necessitating more effective plastic waste management and increased public awareness to maintain the quality of the aquatic ecosystem. Keywords: Microplastic, Juaro Patin Fish, Musi River, Water Pollution. RINGKASAN Sungai Musi merupakan jalur utama aktivitas masyarakat Kota Palembang, yang menjadikannya rentan terhadap pencemaran plastik, termasuk mikroplastik. Ikan patin juaro (Pangasius polyuranodon) sebagai ikan konsumsi yang hidup di sungai ini berpotensi menelan partikel mikroplastik melalui saluran pencernaannya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025 di dua lokasi, yaitu kawasan Musi 2 dan 13 Ulu Tangga Takat. Sebanyak 30 ekor ikan dikumpulkan dari kedua lokasi tersebut dan dianalisis menggunakan metode destruksi saluran pencernaan dengan larutan KOH 10%, kemudian diamati secara mikroskopis untuk mengidentifikasi partikel mikroplastik yang terkandung. Hasil pengamatan menunjukkan adanya empat jenis mikroplastik, yaitu fragmen, fiber, film, dan pellet. Fragmen merupakan jenis paling dominan dengan total 191 partikel dari 406 partikel mikroplastik yang ditemukan. Kelimpahan mikroplastik tertinggi terdapat di lokasi 13 Ulu Tangga Takat dengan rata-rata 17,6 partikel per individu, sementara di Musi 2 rata-rata sebesar 9,46 partikel per individu. Rata-rata kelimpahan keseluruhan dari kedua lokasi adalah 13,53 partikel per individu. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ukuran morfometrik ikan, baik panjang tubuh maupun panjang saluran pencernaan, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah mikroplastik yang terakumulasi. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat pencemaran mikroplastik di Perairan Sungai Musi sudah cukup tinggi, sehingga diperlukan pengelolaan limbah plastik yang lebih efektif serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas ekosistem perairan. Kata Kunci: Mikroplastik, Ikan Patin Juaro, Sungai Musi, Pencemaran Perairan.
No other version available