Skripsi
ANALISIS PENGARUH JUMLAH ELEKTRODA DAN JARAK ANTAR ELEKTRODA TERHADAP PERFORMANSI GENERATOR GAS HHO
Peningkatan kebutuhan energi global serta meningkatnya polusi udara akibat penggunaan bahan bakar fosil mendorong penelitian intensif terhadap alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Di Indonesia, sepeda motor mendominasi hingga 85% kendaraan bermotor dan menjadi penyumbang terbesar emisi gas buang, terutama CO, HC, dan CO₂. Penggunaan teknologi mesin konvensional seperti karburator, ditambah dengan konsumsi bahan bakar yang tidak efisien, memperparah kondisi kualitas udara terutama di daerah perkotaan. Oleh karena itu, eksplorasi penggunaan energi bersih sebagai bahan bakar tambahan sangat diperlukan. Salah satu teknologi yang berkembang adalah pemanfaatan oxyhydrogen atau gas HHO sebagai bahan bakar pendamping untuk meningkatkan kualitas pembakaran pada mesin bakar. Gas HHO merupakan campuran gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan melalui proses elektrolisis air dengan perbandingan dua banding satu sesuai komposisi molekul H₂O. Gas HHO memiliki karakteristik mudah terbakar, tidak berwarna, tidak berbau, dan memiliki kecepatan reaksi pembakaran yang tinggi. Berbagai penelitian menyatakan bahwa penggunaan gas HHO sebagai bahan bakar tambahan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan menurunkan konsumsi bahan bakar. Nabil dan Dawood (2019) mencatat bahwa penggunaan HHO dapat mengurangi konsumsi bahan bakar sampai 16,3% dan menurunkan emisi CO hingga 33% pada mesin 150cc. Dengan manfaat tersebut, generator HHO memiliki potensi untuk membantu menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengurangi pencemaran udara. Namun, performa produksi gas HHO sangat dipengaruhi oleh desain sistem elektrolisis, termasuk material elektroda, luas permukaan, jenis elektrolit, arus listrik, dan terutama jumlah dan jarak antar elektroda. Masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai konfigurasi optimum untuk meningkatkan efisiensi generator HHO. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah pelat elektroda dan variasi jarak antar pelat terhadap laju produksi gas HHO dan efisiensi generator tipe wet cell. Metode penelitian menggunakan pendekatan xviii eksperimental. Dalam penelitian ini digunakan tiga variasi jarak antar pelat yaitu 1,5 mm, 2,5 mm, dan 3,5 mm, serta tiga variasi jumlah elektroda yaitu 5 pelat, 10 pelat, dan 15 pelat. Elektroda yang digunakan berbahan stainless steel karena sifat konduktivitas yang baik dan ketahanan terhadap korosi. Elektrolit yang digunakan adalah larutan air demineralisasi ditambah katalis KOH 0,05%, sesuai konsentrasi optimum yang disarankan penelitian sebelumnya. Sumber listrik berasal dari aki 12 V yang dikontrol melalui sistem PWM untuk menghindari peningkatan suhu berlebih (overheating) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak dan jumlah pelat secara signifikan mempengaruhi laju produksi dan efisiensi. Laju produksi tertinggi terjadi pada konfigurasi 10 pelat dengan jarak 1,5 mm yaitu 8,0526 × 10⁻⁷ m³/s, sedangkan terendah terjadi pada 15 pelat dengan jarak 3,5 mm, yaitu 7,2613 × 10⁻⁷ m³/s. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan jumlah pelat tidak selalu meningkatkan performa sistem. Ketika jumlah pelat terlalu banyak tanpa peningkatan arus yang proporsional, densitas arus menurun dan menghasilkan hambatan elektrokimia yang semakin besar. Untuk nilai efisiensi, konfigurasi terbaik diperoleh pada 15 pelat dengan jarak 1,5 mm yang menghasilkan efisiensi tertinggi yaitu 59%, sedangkan efisiensi terendah terjadi pada 5 pelat dengan jarak 3,5 mm yaitu 48%. Secara umum, peningkatan efisiensi terjadi seiring dengan penyempitan jarak antar pelat karena lintasan ion menjadi lebih pendek, hambatan listrik berkurang, dan reaksi elektrolisis menjadi lebih intensif. Jarak yang terlalu besar meningkatkan resistansi dan memperlambat pemecahan molekul air. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa desain konfigurasi elektroda sangat berpengaruh terhadap performa generator HHO. Kombinasi terbaik berdasarkan penelitian ini adalah penggunaan 15 pelat elektroda dengan jarak antar pelat 1,5 mm karena memberikan nilai laju produksi dan efisiensi tertinggi serta penggunaan daya yang relatif stabil. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menggunakan bentuk pelat yang lebih bisa memaksimalkan gerak gelembung pada proses elektrolisis sehingga mengurangi resiko terjadinya local heating
| Title | Edition | Language |
|---|---|---|
| ANALISA PERFORMANSI GENERATOR PADA SISTEM CHILLER PENDINGIN CPO DI PT. SINAR ALAM PERMAI | id |